Senin, 18 Juli 2011

FF/Five Love Stories Part 2


Tittle : “Five Love Stories"
Author : Maulida Kimkeyong
Mian Cast :
- Key SHINee
-Onew SHINee 
-Minho SHINee 
-Jonghyun SHINee 
-Taemin SHINee 
- Hye Jin (Key's Fine)
- Hyun Jin (Onew's Fans) 

- Sae Yun (Minho's Fans) 
- Seung Hyun (Jonghyung's fans) 
- Won Hee (Tamin's fans)
Length          : Chapter
Genre           : Friendship, romance

==Part Sebelumnya===
“Aku rasa kita salah stasiun”. Ucap Onew tanpa dosa.
“Apa? Ah…Onew Hyung kau becanda kan?”. Key benar-benar kalut. dia merasa hari ini adalah hari sial mereka sudah ketahuan fans di kereta sekarang malah tersesat.
“Aku serius. Coba lihat ini adalah stasiun Dae Hee seharusnya kita turun di Stasiun Dong Hwa”. Jelas Onew
 “Onew Hyung,  Jauh tidak dari sini ?”. Kata Jonghyun yang terkapar duduk di lantai stasiun
“ Aku rasa, kita harus melewati tiga stasiun lagi”.
 “Yang benar saja. Itu berkilo-kilo meter jaraknya. Bagaimana Sekarang ??”. gerutu Key.
*****
Dua jam sudah mereka berlima berjalan kaki. Mereka tidak tahu dimana mereka berada sekarang. Suasana di daerah ini sangatlah sepi dan agak gelap. Sedikikt sekali pencahayaan baik di jalan setapak maupun jalan raya. Dengan perasaan yang sedikit takut mereka menyusuri jalan setapak tak beraspal. Hanya ada sedikit rumah di kanan-kiri jalan yang mereka lewati. Tidak ada satupun kendaraan yang melewati jalan mereka. Sunyi, sepi dan gelap itulah gambaran yang tepat untuk daerah yang mereka kunjungi saat ini hanya suara jangkrik yang meramaikan suasana malam yang dingin ini. Key beserta member shinee tampak sekali kelelahan, dia cemberut tingkat tinggi sambil memegang perutnya.  Rasa lapar ini tak hanya di rasakan oleh Key namun juga yang lainnya.
“Hyung,,, Aku lapar sekali”. Ucapnya dengan nada lemas.
 “Aku juga, apa disini tidak ada toko makanan?”. Tanya Taemin ikut-ikut memegangi perutnya.
Mata Minho mencari-cari sesuatu, tak seorangpun orang yang tahu maksud dari Minho. Detik kemudian senyum manis terulas dari bibirnya, ketika dia melihat seorang penjual dubboki dan baso ikan di dakt pertigaan jalan.
“Omo..lihatlah itu ada penjual Baso ikan dan dubboki disana”. Ucap Minho, dengan menunujuk ke penjual baso itu.

Tanpa pikir panjang mereka berlima berlari kearah penjual baso ikan dan dubboki tersebut dengan perasaan yang teramat girang. Perut mereka terasa perih karena harus menahan lapar dari tadi. Memang sebenarnya ini kesalahan mereka sendiri kenapa tidak sarapan sebelum berangkat, mereka berpikir tempat berkemah yang di maksud Onew itu menyenangkan tapi ternyata kejadian terduga seperti ini terjadi. Mata mereka hijau serta air liur yang hampir menetes ketika melihat dubboki hangat.
 “Wuua, kelihatannya enak sekali. Harum sekali” Ucap Onew
 “Benr-benar surga dunia”. Timpal Jonghyun.
Benar sekali surge dunia untuk keadaan seperti ini. Sangat beruntung sekali mereka menemukan penjual makanan di jalan. Onew, Key, Jonghyun, Minho dan Taemin, makan baso ikan beserta dubboki dengan lahap. mereka benar-benar terlihat sangat kelaparan.  Setelah kenyang, merekapun melanjutkan perjalanan yang tidak jelas kemana tujuannya. Onew berjalan sambil melihat peta daerah tersebut dibantu dengan Taemin yang memberi cahaya lewat lampu senter. Hari semakin gelap namun tidak terlihat lampu menyala di rumah-rumah di sekitar jalanan. Key terlihat sangat heran sekali dengan pemandangan seperti ini.
“Ya! Hyung apa kita masih berada di korea ???” Tanyanya berbisik pada Jonghyun.
 “Apa maksudmu? Tentu saja kita masih berada di korea” Jawab Jonghyun
“aku cuma merasa aneh saja. Sepertinya di daerah ini tidak ada aliran listrik”. Kata Key sambil clingak-clinguk melihat sekitar.
 “Iya di sini sungguh sepi. Seperti kota mati”. Kata Minho dengan pandangan sedikit takut melihat lingkungan yang ada disekitarnya.  Sebenarnya  kita mau kemana?” Minho melihat kearah Taemin respon taemin hanya menggeleng tanda di juga tida tahu apapun.
Mata Jonghyun menyipit. Dia melihat tiga orang pemuda  berjalan menuju kearah mereka. Penampilan tiga orang pemuda itu seperti preman dengan banyak memakai anting-anting, bertato, dan memakai baju serba hitam.
“Apa kalian melihat tiga lelaki di sana?” Tunjuk Jonghyun kearah mereka bertiga.
“Sepertinya mereka melihat kearah kita” Ujar Minho
“Sudahlah jangan pedulikan mereka ayo kita terus jalan” kata Onew sambil berjalan lebih dahulu meninggalkan para adik-adiknya. Secara mendadak tiga pemuda itu berhenti tepat di depan mereka dengan tatapan yang sangat tajam. Onew dan kawan-kawan melihat mereka dengan tampang polos tanpa dosa bahkan mereka sedikit membungkuk dan tersenyum. Namun keramahan mereka tidak berarti bahkan tiga pemuda itu terlihat lebih menyeramkan.
“Ya! Kalian berlima serahkan uang kalian”. Perintah salah satu pemuda dari mereka bertiga. Perawakan pemuda ini tinggi besar dengan rambut gondrong. Mereka berlima hanya diam dan sesekali melihat satu dengan yang lainnya.
“Ah…kita gag punya uang.”  Ujar Onew dengan perasaan takut. Dia tahu apa yang akan tejadi selanjutnya.
 “ Aish…mana mungkin kalian tidak punya uang. di lihat dari penampilan kalian itu tidak mungkin.”.
“Ya! Ahjussi. Sudah kami bilang kita tidak punya!!!”. Bentak Key. Dia sudah tidak tahan mereka semua diperlakukan seperti ini. Key memang tipical orang yang blak-blakan jadi kalau dia tidak suka ya tidak suka. Mendengar ucapan berani dari Key, membuat mereka tersinggung dan marah karena di bentak-bentak seperti itu.
 “Tunggu apa kalian ayo geledah tas mereka.” Suruh pria tinggi besar  kepada dua anak buahnya.
******
Seorang gadis berjalan dengan girang sambil menghitung uang yang dia bawa. Ini merupakan hasil jerih payahnya selama bekerja. Tak hanya satu pekerjaan yang dia lakukan namun berbagai pekerjaan. Ini dia lakukan untuk menghidupi dirinya sendiri. Namanya adalah Kim Hye Jin berumur 20 tahun. Di dunia ini dia hidup sendirian tanpa adanya orang tua, adik maupun kakak. Karena 10 tahun yang lalu keluarganya mengalami kecelekaan dan hanya Hye Jin yang selamat. Dari kejauhan Hye Jin melihat lima orang cowok yang di keroyok oleh tiga orang preman. Dia memasukan uang kedalam tasnya lalu beralari menuju lima cowok tersebut.
“Ya!! Apa yang kalian lakukan???” Bentaknya tanpa rasa takut sedikitpun. Baik SHINee maupun ketiga preman tersebut melihat kearahnya. Hye Jin tertegun melihat lima pria tampan tepat dihadapannya. Apakah mereka benar-benar manusia atau mungkin malaikat yang turun dari langit.
“Ini bukan urusnmu gadis kecil”. Ucap preman itu pada Hye Jin namun ini sama sekali tak membuatnya takut. Bahkan bentakan preman itu membuat dirinya lebih berani.
“Lepaskan mereka!!!!”. Teriak Hye Jin.
 “Kau mau main-main dengan kami”. Dua anak buah preman itu berjalan mendekati Hye Jin dengan tampang yang angkuh. Seolah seperti menghina Hye Jin yang sebagai perempuan, karena menurut dua preman itu Hye Jin adalah seorang gadis yang lemah.
 “ Hiaaaaa…!!!!!”. Teriak Hye Jin mengepalkan kedua tangannya. Berlari lalu menendang salah satu wajah preman itu dengan kakinya. Preman itu, tersungkur jatuh. Hidung preman itu berdarah, dengan penuh amarah pria itu mengusap hidungnya lalu berdiri berusaha menyerang Hye Jin namun dengan cekatan Hye Jin langsung memukul wajah pria itu. Tiba-tiba di belakangnya sudah ada satu orang yang siap-siap untuk memukul, Hye Jin secepat mungkin menghindar lalu membela diri dan membuat mereka berdua babak belur. Tinggal sisa ketua dari para preman itu, tanpa ragu dia berjalan mendekat ke arahnya. Ketua pria itu terihat sangat ketakutan dan berjalan mundur.
“Ayo lawan aku. Ya! jangan diam aja”.
Tak lama kemudian mereka berlari sejauh mungkin. Semua member SHINee melihat gadis yang ada didepannya tanpa berkedip sedikitpun. Mereka tidak percaya seorang perempuan yang tubuhnya lebih kecil di banding ketiga preman tersebut bisa mengalahkan mereka sampai ketakutan seperti itu. Mata Hye Jin daritadi tertuju pada cowok memakai kaos hijau dan jaket putih dengan poni panjang. Cowok yang dilihat itu adalah Key. Sedangkan Key sendiri sedikit Heran dengan cara Hye Jin memandangnya.
“Kamsahamnida, sudah menolong kami”. Celetuk Minho membuyarkan lamunan Hye Jin.
“Ne, chonmaneyo. Gwenchanayo?” Tanya Hye Jin.
            “Aigoo…Hyung. Uangnya tidak ada!!!”. Sergah Taemin dengan wajah pucat.
             “Mwo?? Yang benar saja Taemin. Terus apa yang harus kita lakukan? kita tidak punya uang sepeserpun”. Ucap Jonghyun panik
             “Sudah aku bilang kan tadi lebih baik uang kita bawa sendiri-sendiri. Nggak usah di jadiin satu.”  Key ikuta-ikutan marah. Dengan seksama Hye Jin terus melihat apa yang dilakukan Key. Melihat tingkah dia seperti itu membuat Hye Jin tertawa kecil.
             “Tamatlah riwayat kita. Kita gag mungkin bisa pulang”. Kata Onew dengan wajah melas.
            Hye Jin hanya bisa berdiri melihat pertengkaran mereka. Suasana makin lama makin tidak menyenangkan karena pertengkaran mereka berlima jadi dia memutuskan untuk pergi dari sini. Males banget lihat orang bertengkar.
            “Baiklah, kalau begitu aku pamit”. ucapnya
Namun tidak ada seorangpun yang peduli dengannya. Hye Jin langsung pergi. Samar-samar terdengar langkah kaki seseorang menghampiri Hye Jin. Dia sedikit kaget melihat sosok perempuan bukan lebih tepatnya laki-laki namun wajahnya cantik seperti perempuan dengan rambut yang berwarna coklat.
            “Nuna, apa kita boleh menumpang tidur semalam di rumahmu. Kita tidak punya uang sama sekali jadi kita bisa check in di hotel”. Taemin cemberut tingkat akut sehingga membuat Hye Jin gemes Ingin sekali dia mencubit pipinya.
“Apa?? Di rumahku?”. Tanya Hye Jin, Taemin mengangguk. Dia sesekali melihat ke empat orang lainnya. Kasihan juga mereka, lagian udara malam ini dingin sekali. “baiklah, tapi rumahku kecil dan jelek”.
             “Tidak apa-apa yang penting kita bisa tidur malam ini”. Ujarnya. Hye Jin tersenyum kepada Taemin. Dengan perasaan senang dia berlari kea rah Hyung-nya dengan penuh semangat. Serta memberitahu apa yang sudah dia bicarakan dengan Hye Jin.
            “Terima kasih kau sudah mau memberi tumpangan malam ini” kata Jonghyun sedikit sungkan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
            “Ne, Chonmaneyo. Tidak usah sungkan”.
******
            Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya sampailah Mereka di rumah gadis yang bernama Kim Hye Jin. Rumah Hye Jin merupakan rumah sederhana namun terlihat sangat rindang, banyak sekali tumbuhan di depan rumahnya seperti bunga mawar, bunga krisan bahkan bunga matahari. Dengan adanya tumbuh-tumbuhan yang menghiasi rumah menjadikan rumah itu terlihat elegan dan indah. Rumah Hye Jin hanya terdapat dua kamar. Mereka berenam mulai masuk kerumah, ternyata didalam rumah tak seindah diluarnya. Barang-barang berserakan. Bungkus snack tergelatak disetiap sudut rumah bahkan kaos kakipun juga begitu. Member SHINee yang terbiasa hidup sedih hanya diam melihat kondisi rumah yang seperti ini.
             “Maaf, kalau rumahku berantakan, ini karena aku jarang ada dirumah. Aku harus bekerja jadi tak ada waktu sedikitpun untuk bersih-bersih”. Ucap Hye Jin.  Mereka hanya membalas dengan senyuman.  Dengan segera dan penuh Malu Hye Jin memungut semua barang tak berguna miliknya.
“Oya….ini adalah kamar kalian. Maaf ya kalau kamarnya sempit. Kalau tidak cukup kalian bisa memakai kamarku. Aku bisa tidur di luar kok”. Sekali lagi mereka hanya diam dan melihat-lihat. “
“Tidak usah terima kasih. Kita cukup memakai kamar ini berlima”. Ucap Key, dan saat itu juga Hye Jin bengong. Entah kenapa dia selalu seperti ini kalau lihat anak itu.
“Ah…jangan begitu. Tamu adalah raja. Sini biar aku bawakan tasmu dan punya temanmu”.  Hye Jin mengntar dua cowok ganteng itu ke kamarnya yang selama detik ini dia masih tidak tahu nama mereka. Onew dan kawan-kawan masih berdiri dan tak beranjak dari tempatnya.
“Kenapa rumahmu berantakan sekali. Jujur aku tidak bisa tidur ditempat seperti ini. Baiklah kalau begitu”. Kata Key. Terlihat Key melepas jaketnya dan berkacak pinggang. “Oke, Onew Hyung kau membersihkan bagian kamar. Kau Jonghyun hyung bersihkan lantainya. Minho kau membersihkan kamar mandi dengan Taemin. Lalu aku dan gadis ini akan membersihkan dapur”.
Mereka semua kecuali Key melongo melihat Key yang seperti ini. Apa lagi Hye Jin, dia makin terbengong-bengong dua kali lipat daripada yang tadi. Baru pertama kali dia bertemu dengan seseorang yang blak-blakan.
“Apa yang kalian lihat!! Ayo kerjakan!!”.
Akhirnya semua orang mengambil tindakan sesuai dengan tugas yang sudah di bagi oleh Key tanpa ada diskusi sebelumnya. Ini sangat menguntungkan bagi Hye Jin karena untuk pertama kali rumah ini akan terlihat bersih dan rapi. Hye Jin sedikit yakin kalau mereka adalah lima malaikat tampan yang di berikan Tuhan padanya. Setelah menata barang-barang dan membersihkan rumah. Mereka berlima bergantian mandi sedangkan Hye Jin memasak makan malam untuk mereka. Bukan masakan special Cuma  mie dan nasi serta telor goreng. Soalnya dia hanya bisa memasak seperti itu. Ya beginilah kalau hidup tanpa saudara atau orang tua.
             “Apa perlu aku bantu?”. Suara tenor secara tiba-tiba mengagetkannya. Ternyata dia adalah pria yang menarik perhatianku sejak awal.
            “Eh, tidak usah. Sebentar lagi juga selesai”. Ucapku
            “Tidak usah sungkan. Sini.” Key merebut spatula dari tangan Hye Jin dan mulai menggoreng “Kalau kau menggoreng telur, apinya jangan terlalu besar nanti bisa hangus. Terus kalau bisa telurnya di kasih sedikit garam biar ada rasanya”.
            Hye Jin terdiam dan melihat Key dari samping. Ya Tuhan, ganteng sekali pria ini. Ucapnya dalam hati. Dengan kaos putih polos dan rambut yang basah karena habis mandi menambah kesan coolnya. Hye Jin terus memperhatikan Key. Air menetes dari rambut menuju pipinya. Wajahnya sangat mulus tanpa noda jerawat sedikitpun. Andai aku punya pacar seperti dia, pasti aku sangat bahagia dan sepertinya dia juga pintar memasak.
             “Siapa namamu?”. Tanya Key tiba-tiba
            “Hah, ooh namaku Hye Jin, Kim Hye Jin. Kamu siapa?” tanyaku balik.
             “Namaku Key”. Jawabnya singkat, padat dan sangat jelas. Sekarang Key menyiapkan semua piring buat makan malam. Sedangkan Hye Jin terus memandangnya.
            “Key berarti Kunci. Itu benar-benar nama aslimu. Aneh sekalih”.
 “Ahahah, itu bukan nama asli. Nama asliku Kim Kibum. Itu Cuma nama panggung”.
             “ Apa maksudnya nama panggung aku tidak mengerti??”.
            “Kau tidak tahu siapa kami?”. Key tercengang dan shock. Bagaimana mungkin, kalau ada orang diseoul yang tidak mengenal mereka. Oke mungkin kalau orang yang sudah lanjut usia tidak masalah tapi ini seorang gadis remaja tidak tahu siapa Kami lebih tepatnya SHINee. Batin Key
             “Memangnya kalian siapa?” Orang terkenalkah?”. Tanya Hye Jin. Key ingin sekali menjelaskan siapa mereka sebenarnya tapi percuma di jelaskan panjang lebar sepertinya Hye Jin tidak akan mengerti.
             “Sudahlah. Ini makanan sudah siap. lebih baik kau menyiapkan nasi ”.
              Sepuluh menit kemudian makan malam sudah siap. Suasana makan malam kali ini buat Hye Jin sangat menyenangkan dan penuh dengan tawa. Hye Jin benar-benar bahagia, dia sudah lama tidak merasakan kehangatan selama makan malam seperti ini. Selanjutnya dilanjutkan dengan saling berkenalan. Cowok yang pipinya tembem dan agak mirip tahu namanya Onew, yang rambutnya kuning itu namanya Jonghyun, sedangkan cowok yang agak jaim dan pendiam namanya Minho dia juga cakep gag kalah ma Key dan terakhir cowok imut dan nggemesin itu ternyata Taemin.
*******
            Hye Jin benar-benar tidur diluar. kamar tidurnya di tempati oleh Key dan Minho. Banyak sekali nyamuk sehingga membuat Hye Jin tidak bisa tidur di tambah lagi dia kebelet buang air kecil. Sempoyongan Hye Jin berjalan menuju kamar mandi sambil garuk-garuk kepala. Samar-samar terdengar suara air bergemericik di dalam kamar mandi, sepertinya ada orang di dalam tapi dia tidak mempedulikannya.  Hye Jin membuka pintu kamar mandi secara perlahan, dengan mata sedikit mengantuk dia  melihat sosok yang tinggi rambutnya agak panjang berdiri membelakanginya. Hye Jin sadar kalau itu adalah Minho lagi buang air kecil.
             “Kiaaaaaaaaaa!! ”. Hye Jin spontan langsung menutup mata dan berteriak.
             “Kiaaaaaa!! Ya!! apa yang sedang kau lakukan disini”. Kata Minho sambil segera membenahi resleting celananya. “Kau sengaja mengintipku ya?”.
             “Mwo??? Aku tidak punya niat untuk mengintipmu. Aku Cuma ingin buang air kecil”. Jawab Hye Jin
            “Apa kau melihat sesuatu eoh?”. Minho benar-benar merasa ternoda mala mini.
            “A..a ti..tidak aku tidak melihat apapun”. Wajah Hye Jin memerah menjawab pertanyaan Minho.
            “Apa kau berkata jujur? Sungguh aku tidak melihat apapun. Sekarang cepatlah kau keluar”. Hye Jin menarik tangan minho keluar dan pergi. Ini sangat memalukan. Benar-benar memalukan.
*******
            Dengan keadaan yang masih tertidur, Hye Jin mencium bau wangi bumbu di hidungnya. Enak sekali benar-benar enak. Hal ini membuat dirinya terbangun. Hye Jin berjalan lunglai menuju ruang tengah. Dia begitu terkejut melihat makanan special yang terhidang di meja makan. Ada Minho, Jong, Taemin dan Onew hanya Key yang tidak ada. Kemana perginya anak itu? Batin Hye Jin.
“Pagi Hye jin. Bagaimana, apa tidurmu nyenyak?” Tanya Onew sambil mempersiapkan air putih didalam gelas sebanyak enam orang.  Hye Jin hanya mengangguk dan melihat makanan yang ada di meja.
             “Kalau boleh tahu,  siapa yang memasak ini semua?”.
             “Ini Key Eomma yang memasak”.
            “Key Eomma????”. Hye Jin bingung sedangkan Onew mengangguk.
            “ini semua yang memasak adalah Key. kami sering memanggilnya Omma karena diantara kita dia yang paling pintar memasak dan yang paling cerewet”. Jelas Jonghyun.
 “ Iya, Key Eomma juga sering menyetrikakan seragam sekolahku tiap pagi”. Senyum Taemin
            “ TARADA!!!.sarapan sudah siap. Saatnya sarapan”.
            Ya Tuhan. Dia sungguh mempesona. Dengan celemek warna pink membuat dia semakin tampan. Hye Jin benar-benar kagum padanya. Mereka berenam duduk melingkari meja makan. Masakan hari ini sebenarnya biasa tapi karena Key bisa mengolah bahan makanan yang sederhana dengan baik makanya sarapan ini terlihat sangat mewah. Serentak mereka berenam makan dengan lahap terlihat sekali mereka kelaparan.
            “Hye Jin-ah ayo makan”. Kata Onew lagi. Perlahan Hye Jin mencicipi masakan dari Key.
            “Wuah Enak sekali. Ternyata kau pintar sekalih memasak”. Namun Key Cuma tersenyum. Kami berenam menikmati sekali sarapan pagi ini. “ Oh ya….hari ini kalian akan melanjutkan perjalanan  kemana?”. Semua terdiam kaku dan ekspresi mereka berubah.
 “Hye Jin, Sebenarnya kita tidak tahu mau kemana. Awalnya kita mau berlibur di Paldang Dam tapi karena ada sedikit masalah. Kita nyasar dan gag tw jalan pulang…terus…”.
             “langsung saja ke intinya”. Kata Hye Jin sambil terus makan.
             “Nuna, Kita tidak punya uang sama sekali. Jadi mana mungkin kita bisa pulang. Bolehkah kita menginap beberapa hari lagi??”. Rayu Taemin
 “Mwo?? Yang benar saja. Mana mungkin aku bisa menghidupi kalian disini. Uangku tidak akan akan cukup buat makan orang berenam”.
             “Oke, kita buat perjanjian. Selama kita disini kita akan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Bagaimana?”. Key tiba-tiba menyeletuk sambil menggoyangkan sendoknya.
             “Selain itu kita juga akan membantumu mencari uang. Bagaimana? Setuju tidak?”. Onew, Jonghyun, Taemin dan Key mengangguk tanda setuju.
 “baiklah kalau begitu aku setuju”.
**********
Hye Jin berangkat “Bekerja” beda dengan hari biasanya. Sekarang diadi temani sama Taemin. Sepanjang jalan mereka banyak sekali bercerita dan bersendau gurau bersama. Perjalanan untuk menuju tempat kerja Hye Jin yang sesungguhnya lumayan jauh. Karena rumah Hye Jin jauh dari kota maka mereka berdua membutuhkan 2 kali naik bis untuk ke pusat kota. Ada yang aneh dengan Taemin hari ini. Dia selalu memakai penutup kepalanya ketika naik bis serta menundukan kepalanya. Sepertinya dia takut di ketahui seseorang.  Benar-benar aneh. Saat in ibis sangatlah ramai jadi aku dan Taemin berdiri.
 “Nuna, apa kita masih jauh?”.
Hye Jin sama sekali tidak menghiraukan Taemin. Keadaan ramai seperti ini memberi keutungan besar buatnya. Kuberanikan diri untuk mendekat kearah Ahjussi itu. Taemin hanya diam dan melihatnya sedikit aneh . Secara perlahan aku mengambil dompet yang terpampang di pantat ahjussi itu. Taemin shock ketika tahu melakukan hal itu.
 “Nuna apa yang kau…..”
“ssssstt…………”.
Perlahan dan perlahan, sedikit demi sedikit tanganku berhasil mengambil dompet itu. Dengan secepat kilat aku langsung memasukan dompet di jaketku. Beruntung untuk kedua kalinya, Bis berhenti saat itu juga aku beserta Taemin turun.
 ‘Nuna, apa yang kau lakukan??
 “Taemin, kalau aku tidak melakukan ini aku tidak akan makan”.
 “Tapi bagaimanapun juga Nuna, itu dosa.”.
Hye Jin hanya diam dan menuju warung makan. Entah mengapa pagi ini dia merasa lapar sekali padahal tadi sudah sarapan. Dengan uang sebesar ini untuk mengirit Hye Jin memutuskan untuk membeli Jangjamyun.  Hye Jin menawari Taemin untuk makan bersama tapi dia menolak karena di belikan makanan dengan uang curian. Padahal sebenarnya Taemin juga kelaparan. Dia hanya bisa melihat Hye Jin makan mie. Aku tahu dia KRUUUUKKKKKK…..!! terdengar suara aneh yang berasal dari peut Taemin.
 “Omo, taemin itu suara perutmu?”.
 “Ne, aku juga ikutan lapar lihat nuna makan”.
 “Sudahlah Taemin cepatlah pesan makanan, aku janji padamu tidak akan mengulangi lagi”
 “Baiklah…tapi nuna benar-benar janji ya” Hye Jin mengangguk dan akhirnya Taemin juga memesan makanan juga.
******
Sementara itu di rumah Hye Jin
Minho, Jonghyun, Onew dan Key sedang beres-beres rumah. Memang selama ini rumah Hye Jin tidak pernah dibersihkan bagaimana bisa itu dilakukan. sesampainya pulang Hye Jin kelalahan dan lagsung istirahat. Dalam sehari Hye Jin melakukan tiga pekerjaan saat pagi dia bekerja sebagai loper Koran agak siang dikit dia mengantar susu Kedelai lalu malamnya dia bekerja di POM bensin. Saking sibuknya Hye Jin bekerja sampai aku nggak merawat diriya sendiri. Mereka bertiga bekerja bakti dengan semangat.

 “Aish, gadis macam apa dia, lihatlah kamarnya berantakan sekali”. Keluh Key
 “Apa kau tidak merasa kalau Hye jin itu lain dari gadis lainnya, dia tomboy dan tidak peduli dengan penampilannya, bisa bela diri, dan sedikit jorok”. Ujar Jonghyun
 “Menurutku dia itu gadis yang aneh”
 “Tapi kalau dilihat Hye Jin dengan seksama dia manis sekali”
 “Ya!!! Hyung,  jangan mikir macam-macam ayo bersih-bersih”.
Sementara itu Minho dan Onew mencuci…
 “Ah, Onew Hyung bagaimana kita bisa mencuci dengan air yang dinginnya seperti ini??
 “Benar juga apa katamu Minho, kalau begitu mencucinya jangan memakai tangan tapi pakai kayu”.
Onew clingak-clinguk mencari kayu yang sekiranya bisa di pakai untuk mencuci akhirnya dia bisa menemukan kayu yang di maksud.
 “Wah, Onew Hyung kau ini hebat sekali”. Puji Minho
 “Kalau nggak hebat mana mungkin aku bisa jadi leader kalian hehehe….”
 “Terserahlah, ngomong2-ngomong apa Hye Jin tahu siapa kita??
 “Sepertinya dia tidak tahu siapa kita, lagian disini tidak ada TV, Tidak ada sinyal ponsel. Kadang aku mberpikir  tempat macam apa ini”.
“Ini merupakan tempat primitive. Ah sudahlah hyung, lebih baik ayo kita teruskan mencuci”
********
Sore hari menjelang malam, mereka berempat duduk santai di depan rumah Hye jin.  Mala mini mereka tidak melakukan apa-apa. Televisi Tidak ada jadi suasana sangatlah bosan. Selain itumasing-masing dari mereka mencari  jalan keluar bagaimana caranya mereka kembali ke seoul.
 “Perutku lapar sekali, Key apa kau tidak memasak?” Tanya Jonghyun.
 “ Memasak apa??di sini tidak  ada bahan makanan lagi. Aku heran kenapa Hye jin bisa berthan dengan keadaan seperti ini”.
 “Hye Jin tidak menngenali kami, yang benar saja”. celetuk Minho tiba-tiba.
 “Aku rasa begitu, tapi entahlah”. Ujar Onew sambil bermain game dengan ponselnya.
 “Hye jin itu emang tidak tahu siapa kita, waktu aku membantunya memasak. dia aneh mendengar namaku. Waktu aku bilang Key adalah nama stage-ku dia malah nanya apa maksudnya itu??aku tidak habis pikir ada orang yang tidak kenal kita??’.
 “Sudahlah, sekarang bagaimana kita mencari uang untuk pulang?” Onew berbicara dengan mata yang tak lepas dari poneselnya
 “bagaimana kalo kita minta Hye Jin untuk mencari pekerjaan buat kita?” Jonghyun mengatakan hal itu dengan sesekali menyentuh perutnya yang lapar.
 “Aku setuju, pekerjaan apa aja yang penting kita dapat pulang”.  Ujar Minho
 “Itu Taemin dan Hye Jin sudah datang”  Tunjuk Key di seberang jalan.
Hye Jin dan Taemin berjalan sempoyongan karena capek.  Hye Jin terlihat membawa banyak sekali makanan dan belanjaan. Dia tahu pasti mereka berlima lapar.  Jadi Hye Jin membelikan makanan dari uang hasil mencopetnya. Mending makan daripada tidak sama sekalih.
             “Kami pulang.!!!”  Ucap Taemin dan Hye Jin.
             “kami membelikan makanan untuk kalian, aku tahu kalian sangat lapar”. Ucap Hye jin berjalan duduk menuju mereka Kami berjalan menuju ruang tamu. Tempat ini sebagai multifungsi kadang di gunakan buat makan dan tempat santai. Hari ini menunya adalah chicken.
             “Wuah …Hye Jin kau membeli ayam goreng, enak sekali”. Mata Onew berubah hijau kalau ada ayam goring disekitarnya.
            Hye Jin sibuk membongkar belanjaan dan makanan. Tapi dia bisa melihat Onew dengan jelas  sudah nggak sabar ingin makan. Ketika Hye Jin memindahkan chicken ke piring tangan Onew sudah mau menyambar ayam. PLAAAK!1 Tanpa ampun Hye Jin memukul tangan Onew
             “Aduh Hye Jin!! kau ini kasar sekali. aku kan hanya ingin mengambil ayam”.
             “Ya!!! Sabar ,kita makan sama-sama”. Hye Jin menyiapkan semua makanan dan tak lama kemudian semua  Akhirnya sudah siap. “Saatnya makan….”.
            Kami berenam makan dengan lahap Sudah lama Hye Jin juga tidak merasakan hal seperti ini biasanya Dia hanya makan sendiri. tapi sekarang Dia di temani oleh lima malaikat yang begitu tampan aku tidak tahu latar belakang mereka. Tapi aku tidak peduli yang penting aku sekarang punya teman.  Batin Hye Jin.
             “Hye Jin, hari ini kau gajian ya banyak sekali beli makannya”.
 “An..anio, aku dapat uang banyak karena hasil mencopet”.
             “Uhuk…uhuk(keselek)…kau mencopet. Yang benar saja”. Key berkata dengan batuk-batuk karena keselek. Hye Jin mengangguk dan terlihat tanpa dosa. Aku terus makan sedangkan mereka melihat kearahnya . tapi Cuma Taemin aja yang cuek soalnya dia tahu semua yang aku lakukan.  lama-lama aku merasa risih di liatin kayak gitu.
             “Wae…??”. Tanyaku sedikit emosi
 “Taemin, apa kau juga ikut…”.
            “ Anio…Na anieyo. Aku hanya melihat nuna melakukan hal itu”.
 “Sudahlah jangan di bahas lagi, yang penting kita makan. Dan kau melakukan ini untuk terkahir kali oke”.  Perintah Minho tak sabar untuk makan
             “Ya!!! Aku juga baru pertama melakukan hal ini”.  Protes Hye Jin dia juga tidak rela kalau harus dituduh menjadi pencopet professional.
             “Hye Jin kami berlima berniat untuk mencari pekerjaan, kita ingin cepat mengumpulkan uang dan pulang. Bisakah kau mencarikannya untuk kami?”. Kata Jonghyun dengan mulut penuh ayam goring.
             “Apa kalian mau menggntikn pekerjaanku?”. Hye Jin bertanya pada mereka tapi mereka terdiam diam dan menatapku aneh. Mungkin mereka menganggap pekerjaan itu adalah mencopet. “Ya!! Aku tidak menyuruh kalian buat nyopet, tapi gantikan pekerjaanku sebagai loper Koran dan pengantar susu apa kalian mau?”
             “baiklah aku mau jadi loper Koran”. Kata Onew mengangkat tangannya.
             “pengantar susu juga boleh”. Uhar Jonghyun.
             “aku juga mau jadi pengantar susu”. Si maknae taemin ikut bicara sekarang.
             “Kau ini ikut-ikutan aja Taemin”. Protes Jonghyun
             “Lalu, aku ma Key gimana?”. Tanya Minho pada Guru PPL
 “Ehm…ah..kalian bisa ikut aku bekerja di pom bensin gimana?kebetulan juga lagi mencari pegwai baru??
             “Baiklah Hye Jin…komawo..”. Ucap Minho
            “Hye Jin, kerjanya itu malam, pagi atau siang”.
             “Malam….”. Jawab semua ketia osis.
             “Oke….besok kita ke tempat kerja masing-masing”. Perintah Onew.
*******
            Pagi ini Hye Jin dan kelima orang ganteng ini menuju tempat kerja masing-masing. Pertama dia mengantarkan onew di tempat boss Koran atau tempat kerja biasanya. setelah selesai nganterin Onew sekrang Hye Jin nganterin Jonghyun dan Taemin di tempat agen susu. Ada yang bikin dia heran mereka berlima kalau keluar selalu pakai topi. Padahal cuaca juga nggak panas. Dasar mereka orang aneh. Batin Hye Jin. Sekarang giliran Hye Jin, minho dan key yang ke tempat kerja. Mereka hanya berekenalan kepada Boss dulu karena mereka bekerja dimalam hari.
             “Ahjussi, Annyonghaseo”. Sapa Hye Jin dengan membungkukan tubuhnya.
             “Annyonghaseo Hye Jin, ada apa pagi-pagi kemari?”.
             “Aku sudah menemukan karyawan baru, kata paman kerja malam hari di Pom tidak ada pegawainya”.
             “Oh…kau ini baik sekali”. kata ahjussi itu mengacak-acak rambut panjangnya yang dia tali ala ekor kuda. “Siapa nama kalian”. Mereka berdua melepas topinya. Tapi Hye Jin bisa melihat jelas  wajah ahjussi itu agak kaget. Mungkin kaget dengan ketampanan mereka.
             “Bukannya kalian ini…..”.

===TBC===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar