Jumat, 15 Juli 2011

FF/ Omona!! He is Immortal/Part(7)

Title: FF : Omona!! He is Immortal
Author: Maulida KimKeyong
Cast: Kim Kibum (Key SHINee), Park Eun Hee (You)
Other cast: Lee Jinki (Onew SHINee), Choi Minho (Minho SHINee), Han Yeon Hee (fiktif)
Type: Chapter!!
Genre: romance, mystery. nggak logis (?)

Rating: General


==Part sebelumnya==
  “Saatnya sudah tiba”. Ucap gurunya Tegas dengan menatap tajam kearah bulan purnama. Jinki spontan melihat kearah dimana guru melihat. Saat itu juga dia merasa bahwa jantungnya berdetak dengan kencang, otot-ototnya terasa tegang dan bola mata yang mulai berwarna merah. Jinki melihat seluruh tangannya yang mulai di tumbuhi olah bulu-bulu panjang.
            “Arrrggghhhh sakit,,,sakit sekali. Tubuhku!!! tolong aku guru. Sebenarnya a..apa yang terjadi pa..padaku?”.
            “Kau adalah manusia serigala Jinki-ssi!!!”
 *******
Sudah saatnya pulang sekolah. Lagi-lagi Eun Hee pulang sendirian karena Soo Yun yang biasa menemaninya tidak masuk sekolah. Perlahan dia menghembuskan nafas dia merasa sangat kesepian atas ketidakhadiran sahabatnya itu. Selangkah demi selangkah Eun Hee sampai di Halte dekat sekolah untuk menunggu bis. Halte bis sangatlah sepi tidak seperti biasanya yang selalu ramai. Mungkin ini karena pengaruh Hujan, jadi semua orang enggan untuk keluar. Eun Hee terlihat girang, telapak tangannya basah karena dia sengaja menampung air hujan di tangannya. Senyum manis terulas di bibirnya.
            “Ehem….” Terdengar suara tenor seseorang yang berdehem di dekatnya. Sontak membuat Eun Hee menolah kearah sumber suara. Melihat sosok pria yang ada di dekatnya, dia langsung tertawa kecil.
            “Ternyata kau?? Sedang apa kau disini?”, Tanyanya singkat.
            “Sedang apa aku disini itu bukan urusanmu”. jawab pria itu.
            “Atau jangan-jangan kau selama ini menguntitku ya??”.

            “Untuk apa aku menguntit gadis bodoh sepertimu. Sudah aku putuskan, kalau aku akan bekerja di toko dagingmu. Aku berjanji tidak akan mencuri lagi. lagipula gelang itu sangat berarti bagiku. Aku menyetujui keputusanmu hanya demi gelang itu”.
            “Jadi Gelang ini sangat berarti ya Kibum”. Eun Hee memperlihatkan pergelangan tangannya yang di lilit oleh gelang milik Kibum dengan wajah polosnya.
            Saat itu juga kejadian aneh terjadi. Di mata Kibum, Eun Hee menjadi gadis bergaun putih, berparas cantik, rambut panjang kemerahan yang terurai indah, dengan mahkota kecil berbentuk daun hijau melingkar di kepalanya. Kibum terkejut, benar-benar terkejut. Dia menggelengkan kepalanya, Kibum berpikir kalau itu hanya halusinasnya saja dan memang benar sejenak kemudian Eun Hee berubah menjadi dirinya sendiri. Walau halusinasinya dia berhenti namun otak Kibum terus memutar memori-memori yang tak pernah dikenal atau bahkan di alami sebelumnya. Kibum bisa melihat sesuatu di dalam pikirannya, dia melihat dirinya sendiri sedang berdansa dengan seorang wanita yang mirip dengan Eun Hee. Wanita yang baru saja dia lihat dari dalam sosok Eun Hee.
            “Ya!! Kibum-ah kenapa kau memandangku seperti itu?”. Tany Eun Hee.
            “Eoh, tidak ada apa-apa”. Jawabnya
            “Baik kalau begitu, sebelum pulang kerumah dan menjaga toko. Aku sudah merencanakan sebelumnya kalau hari ini aku harus menonton film kesukaanku di bioskop. Jadi kau harus menemaniku”. Eun Hee tersenyum ramah pada Kibum namun dia hanya berekspersi datar malah terkesan sedikit heran. “Kenapa? Tenang saja aku yang akan menraktirmu nonton. Bisnya sudah datang lebih baik kita berangkat sekarang”.
            Tanpa minta persetujuan Kibum, Eun Hee langsung menarik Kibum kedalam bis dan duduk bersama. Kebanyakan penumpang bis ini adalah gadis remaja jadi tidak heran kalau hampir semuanya melihat kearah Kibum dan terpesona oleh ketampanannya. Eun Hee hanya bisa geleng kepala, karena menurut dia Kibum itu memang tampan tapi bukan pria yang paling tampan didunia ini. Hanya sekitar sepuluh menit, mereka berdua sampai dibioskop. Beruntung mereka tidak perlu mengantri dan langsung bisa masuk ke dalam ruang teater. Eun Hee dan Kibum mendapat tempat duduk yang paling atas. Ternyata banyak sepasang kekasih yang duduk di blok ini. Kibum melihat Heran kearah Eun Hee yang wajahnya terlihat sangat sumringah.
            “Sepertinya, kau senang sekali kali ini? Memangnya film apa yang kau lihat?”.
            “Eclipse, itu lanjutan dari film Twilight dan New Moon. Apa kau tidak tahu?”. Kibum Menggeleng. Eun Hee melanjutkan bicaranya untuk menjelaskan. Dia tidak habis pikir, kenapa Kibum tidak tahu film terkenal didunia ini.  “ Aigooo, baik aku akan menjelaskan padamu. Film ini menceritakan tentang kehidupan vampire bernama Edward Cullen yang mempunyai kekasih seorang manusia bernama Isabella Swan. Bella ini memiliki sesuatu yang sangat special dari dalam dirinya bagi para vampire, bau darahnya sangatlah harum. Makanya banyak vampire yang mengincarnya”.
            Kibum merasa tertarik dengan cerita yang di ceritakan Eun Hee dan ingin menanyakan sesuatu. Bagaimana bisa Vampire bisa hidup dengan seorang manusia.
            yEun Hee untuk kesekian kalinya tersenyum bahagia. Deg..!! Melihat senyum Eun Hee yang seperti itu membuat hati Kibum terasa hangat, mukanya memerah dan dadanya yang terasa nyeri.
            “Ehm, menurutmu, Apa Vampire itu ada?”.
            “Mungkin. Sejauh yang aku tahu Vampire itu hanya cerita mistis lainnya tapi banyak juga yang percaya kalau vampire itu ada. Hanya Tuhan yang tahu keberadaan para vampire”.
            “Kalau kekasihmu adalah seorang vampire. Apa kau juga akan membuat keputusan seperti Bella?”. Ucap Kibum.
Dia sendiri tidak tahu kenapa harus bertanay seperti itu pada Eun Hee. Perasaannya berubah aneh pada Eun Hee sejak kejadian di Halte tadi. Seperti sudah ada ikatan batin sebelumnya dan merasa mengenal Eun Hee sudah lama. Eun Hee tidak menjawab dia hanya menatap Kibum tajam dan saat itu juga filmnya mulai.
*******
“Bagaimana menurutmu? Filmya bagus tidak?” Tanya Eun Hee.
Acara menonton sudah selesai dan saatnya untuk mulai bekerja sebagai penjual daging. Kibum berjalan dengan santai tanpa ekspresi sedangkan Eun Hee berjalan sesekali dengan melompat girang karena puas menonton film favoritnya menuju toko daging miliknya.
“Menurutku, film itu biasa saja”.
“Apa kau bilang? biasa saja? Kau ini tidak tahu film bagus. Apa tadi kau tidak melihat bagaimana beraninya Bella saat tahu Edward terpojok karena serangan Victoria?. Melukai dirinya sendiri dengan batu, demi keselamatan Edward tanpa peduli dengan keselamatan sendiri. Apa kau juga tahu kenapa Victoria terpecah konsentrasinya?”.
“Karena bau harum darah bella dan dia lebih bernafsu untuk mendapatkan bella dari pada membunuh Edward”. Jawab Kibum Santai.
“Tepat sekali. Film itu benar-benar romantis”. Ucap Eun Hee sedikit tersipu malu. Kibum hanya menanggapi Eun Hee dengan senyuman tipis.
Mereka akhirnya sampai di toko. Tanpa banyak basa-basi lagi Eun Hee dan Kibum menata semua daging segar dari lemari pendingin siap untuk di jual. Bagi Kibum ini, sama sekali tidak masalah baginya. Sebanyak berapapun daging segar bercucuran darah di depan matanya, itu sama sekali tidak membuatnya lapar karena dia sengaja mengisi kelaparannya dengan berburu binatang di hutan. Ini di lakukan Kibum agar Eun Hee tidak tahu jati dirinya. Mereka berdua terlihat sangat kompak dan cekatan dalam bekerja. Yang lucunya lagi banyak ibu-ibu yang menggoda Kibum. Melihat hal seperti itu membuat Eun Hee tidak berhenti tertawa. Jam demi jam berlalu, saatnya toko tutup. Untuk hari ini semua berjalan sangat lancar dan berkat ketampanan Kibum membuat banyak para kaum yang berbelanja daging di tokonya. Eun Hee memutuskan untuk tidak pulang dulu namun memasakan masakan enak buat Kibum sebagai tanda terima kasih karena dia sudah dibantu. Terlihat mereka berdua sedang duduk berdua. Eun Hee memakan makanannya dengan lahap namun tidak untuk Kibum yang hanya memandang makanannya.
“Kenapa kau tidak makan? Apa kau tidak suka?”. Tanya Eun Hee.
“Aku lebih suka daging mentah”. Jawabnya pelan dan Untung Eun Hee tidak begitu dengar.
“Mworago??”.
“Ahh tidak maksudku aku tidak lapar. Iya tidak lapar”.
“Ohhh, begitu…”. Kibum merasa lega sekali, mengetahui Eun Hee tidak mendengar ucapannya “Tapi setidaknya kau makanlah sedikit, dan hargai jerih payahku? Daging masakanku ini sangatlah enak. Kau harus mencobanya”.
Kibum menggeleng melas, tapi Eun Hee memelototinya. Mendadak wajah Eun Hee menakutkan sekali di mata Kibum. Akhirnya mau tidak mau Kibum memutuskan untuk memakannya. Dengan ragu Kibum mengambil daging itu dari mangkoknya. Eun Hee terus saja mengawasinya sehingga tidak ada cara lain kalau ia harus benar-benar memakannya. Kibum melahap daging, lalu menelannya. Kibum ingin sekali muntah tapi sebisa mungkin dia menahannya.
“Bagaimana enak tidak?”. Tanya Eun Hee. Kibum hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa. Menurutnya makanan manusia sama sekali tidak enak.  “Oh Ya, hampir saja aku lupa. Ini gelangmu”. Eun Hee menyodorkan gelang pada Kibum.
“Tidak usah, pakai saja gelangku”. Ucapnya.
“Jadi kau memberikan gelang cantik ini padaku?”.
“Bukan memberikannya tapi hanya menitipkannya padamu. Awas jangan sampai hilang, kalau tidak aku akan membunuhmu”. Ucap Kibum garang sehingga membuat Eun Hee takut. “Ahahahaha, lihat wajahmu itu kalau ketakutan seperti ini, lucu sekali benar-benar lucu”
“Ya kau ini menggodaku ya!! Aish kau ini hehehe”. Kata Eun Hee sambil terus makan sehingga dia tidak sadar kalau ada nasi di pinggir mulutnya.
“Eun Hee-ah ada nasi di mulutmu”.
“Eodie?”. Eun Hee mencoba untuk membuang nasi di wajahnya tapi ternyata dia tidak menemukan apapun.
Akhirnya Kibum mengambilkan nasi di dekat mulutnya. Wajah mereka sangatlah dekat hanya berjarak sekitar satu senti meter. Mereka saling bertatapan. Baik Eun Hee maupun Kibum sama-sama merasa aneh. Tatapan mereka berdua tidaklah asing satu sama lain. Eun Hee merasa seperti merindukan Kibum, benar-benar merindukannya. Padahal dia baru saja bertemu dengan Kibum. Perasaan yang hinggap di hati Eun Hee sangatlah aneh, dia merasa kalau Kibum adalah kekasihnya. Kekasih yang telah meninggalkan dirinya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan, ribuan tahun. Perlahan namun pasti Kibum menempelkan bibirnya pada bibir Eun Hee. Dengan penuh perasaan dan segenap hatinya dia mencium Eun Hee dengan lembut. Tidak ada penolakan atau apapun dari Eun Hee, yang ada malah Eun Hee membalas ciuman itu tak kalah lembutnya. Ini merupakan ciuman pertama Eun Hee namun dia merasa kalau sebelumnya dia pernah merasakan sensasi ciuman seperti ini. Hal yang dirasakan Eun Hee juga sama persis dengan yang dirasakan Kibum. Detik berikutnya Kibum menjauhkan wajahnya dari Eun Hee.
“Eun Hee-ah, Maukah kau menjadi kekasihku?”. Ucapnya pelan. Tidak ada jawaban dari Eun Hee, dia hanya menatap Kibum dengan tatapan bingung. Namun dalam hati Eun Hee dia ingin sekali kembali pada Kibum. Dia juga tidak tahu kembali kepada Kibum bagaimana? Tapi yang jelas itulah yang dikatakn oleh hatinya.
“Iya, aku mau menjadi kekasihmu Kibum-ah”. Ucap Eun Hee
*******
Soo Yun sahabat Eun Hee sudah menunggunya di depan gerbang. Dia sangat merindukan sahabatnya ini karena kemarin seharian dia tidak masuk sekolah, walaupun hanya satu hari tapi bagi Eun Hee itu terasa seperti satu tahun. Untuk hari ini dia berangkat sekolah tidak sendirian tapi ditemani oleh Kibum pacarnya. Soo Yun sedikit kaget melihat Eun Hee yang berangkat sekolah dengan pria yang tak dikenal sebelumya.
“Soo Yun-ah…!”. Teriak Eun Hee lalu memeluk sahabatnya. “Kenapa kau kemarin tidak masuk. Apa kau tau kalau aku sangat meindukanmu eoh??”.
“Kemarin aku ada urusan mendadak. Eun Hee, siapa?? Dia pria yang sangatlah tampan”. Bisik Soo Yun kepada sahabatnya.
“Perkenalkan dia Kim Kibum, dan dia adalah pacarku hehehe”. Kibum tersenyum ramah pada Soo Yun. Senyumnya yang menawan hampir membuat dia pingsan.
“MWO!! Pacar?? Bagaimana bisa kau punya pacar? Karena seingatku kau sama sekali tidak dekat dengan seorang pria”.
Ding..Dong…Ding… Bel tanda masuk sudah berbunyi.
“Nanti kalau istirahat aku akan menceritakan semuanya. Sekarang ayo masuk kelas”.
“Benar ya kau akan menceritakannya padaku?”. Protes Soo Yun.
“Iya, aku akan menceritakannya padamu. Chagiya, gomawo kau sudah mengantarkanku”.
“Baiklah, cepat masuk dan hati-hati”. Ucap Kibum.
Kibum melihat bayangan kekasihnya menghilang diantara murid-murid yang lain. Walau dia baru mengenal Eun Hee dan baru kemarin dia resmi menjadi pacarnya, tapi Kibum benar-benar sangat mencintainya. Dia merasa kalau sudah menemukan kembali sesuatu yang sudah menghilang. Kibum membalikan tubuhnya lalu pergi. Dia tidak tahu kemana dia harus pergi, karena tidak ada kegiatan maka Kibum memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota. Dia adalah seorang Vampire yang Jatuh cinta pada manusia. Kibum tahu dirinya sedikit tersiksa karena harus menahan nafas dalam arti yang tidak sesungguhnya setiap ada di dekat Eun Hee, namun dia juga tidak bisa kalau harus menjauh darinya. Kibum juga tahu kalau ini sewaktu-waktu akan membahayakn nyawa Eun Hee. Seorang Vampire jatuh cinta pada seorang manusia biasa. Itu sangatlah konyol, mana ada hal seperti itu terjadi. Namun dia teringat sesuatu.
“Eclipse, itu lanjutan dari film Twilight dan New Moon. Apa kau tidak tahu?. Film ini menceritakan tentang kehidupan vampire bernama Edward Cullen yang mempunyai kekasih seorang manusia bernama Isabella Swan. Bella ini memiliki sesuatu yang sangat special dari dalam dirinya bagi para vampire, bau darahnya sangatlah harum. Makanya banyak vampire yang mengincarnya”.
“Lalu apa yang terjadi antara Edward dan Isabella? Apa mereka hidup bersama selamanya?”.
            “Ehm benar sekali. Mereka berdua hidup bersama selamanya”. Kibum memiringkan sedikit kepalanya tanda tidak mengerti. Eun Hee dengan senang hati menjelaskan semuanya. “Isabella Swan akhirnya menjadi seorang vampire. Bukan Edward yang mengigitnya tapi anaknya sendiri”.
            “Anaknya sendiri? Jadi mereka menikah?”. Ucap Kibum tak percaya.
            “Iya mereka menikah dan memiliki anak. Awalnya Edward dan keluarganya tidak mengira kalau Bella bisa hamil. Aku lupa nama anaknya, yang jelas pertumbuhan anak mereka sangatlah cepat. Aku juga tidak bisa untuk menceritakan secara detail padamu dari awal. Lebih baik kau baca novelnya saja hehehehe”.
            Kibum tanpa sengaja kembali mengingat pembicaraannya dengan Eun Hee tentang Hubungan cinta antara vampire dan manusia. Kibum ingin tahu seperti apa cerita dari novel itu. Mungkin dengan ini Kibum bisa mengerti sesuatu. Dia memutuskan untuk pergi ke toko buku dan membeli novel yang Eun Hee maksud. Setelah mencari-cari akhirnya dia menemukannya dan membeli satu set dari cerita awal sampai akhir.
            “Aku pikir cerita ini menarik”. Gumamnya pelan.
*****
            Didalam kelas 3-5 terlihat sangatlah rama dengan murid yang susah diatur. Jinki berjalan dengan santai tanpa menghiraukan teman yang menyapanya bahkan teman perempuan sekelasnya yang menggoda dirinya. Jinki duduk lalu mengeluarkan sebuah buku yang lain dari biasanya. Bukan “Vampire Hunting”  yang dia baca namun buku tentang Werewolf. Detik setelah dia datang, terlihat murid baru yang bernama Minho datang. Tiba-tiba dia berhenti tepat di samping Jinki dengan tatapan yang sangat tajam, begitu pula dengan Jinki yang tak kalah garangnya.  Minho meletakan tasnya, lalu pergi keluar sambil melirik kearah Jinki. Tak banyak berpikir lagi Jinki mengikuti kemana Minho pergi. Terlihat Minho berbelok di gudang sekolah yang sangat kotor dan lembap.
            “ Jadi kau vampire yang waktu itu mencoba untuk menculik Eun Hee!”. Ucap Jinki.
            “Kenapa? Apa itu masalah buatmu manusia serigala. Baumu itu membuatku merasa mual”. Ujar Minho dengan tatapannya yang sadis.
            “Dan bau vampire itu lebih busuk daripada bauku. Apa yang ingin kau dapatkan dari Eun Hee? Aku sarankan kau agar tidak macam-macam kalau kau tidak ingin aku membunuhmu dan jangan pernah berani menyentuh Eun Hee”. Kata Jinki.
            “Tenang, aku tidak akan berbuat macam-macam padanya sebelum aku menemukan dimana pengikut setiaku. Karena aku yakin Eun Hee mengenal orang itu”.
            “Pengikut maksudmu?”. Tanya Jinki santai
            “Benar, aku kembali kedunia untuk membangkitkan kembali bangsa vampire dan itu hanya teman Eun Hee yang bisa melakukannya. Tinggal tunggu waktu makhluk yang bernama manusia akan punah dan satu persatu akan menjadi makhluk abadi seperti diriku. Tapi sebelum itu aku harus membunuh Eun Hee lalu menghisap darahnya, karena dia merupakan penghalang besar dalam rencanaku. Apa kau tahu? Bagi vampire yang menghisap darah manusia berdarah Elf seperti Eun Hee akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Jangan berani-berani ikut campur dalam urusanku”. Ucap Minho sinis dan dingin.
            “Berdarah elf ?? Dan sampai kapanpun kau akan aku awasi jika kau tidak mau kehilangan nyawamu janganlah kau bertindak ceroboh. Alferic, dalam sejarah vampire tidak ada satupun mereka yang menang melawan manusia serigala sepertiku”. Kata Jinki.
            “Bagaimana kau bisa tahu namaku?”.

==TBC==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar