Rabu, 20 Juli 2011

FF/Five Love Stories Part 3

Tittle : “Five Love Stories"
Author : Maulida Kimkeyong
Mian Cast :
- Key SHINee
-Onew SHINee 
-Minho SHINee 
-Jonghyun SHINee 
-Taemin SHINee 
- Hye Jin (Key's Fine)
- Hyun Jin (Onew's Fans) 

- Sae Yun (Minho's Fans) 
- Seung Hyun (Jonghyung's fans) 
- Won Hee (Tamin's fans)
Length          : Chapter
Genre           : Friendship, romance
==Part Sebelumnya==
 “Ahjussi, Annyonghaseo”. Sapa Hye Jin dengan membungkukan tubuhnya.
             “Annyonghaseo Hye Jin, ada apa pagi-pagi kemari?”.
             “Aku sudah menemukan karyawan baru, kata paman kerja malam hari di Pom tidak ada pegawainya”.
             “Oh…kau ini baik sekali”. kata ahjussi itu mengacak-acak rambut panjangnya yang dia tali ala ekor kuda. “Siapa nama kalian”. Mereka berdua melepas topinya. Tapi Hye Jin bisa melihat jelas  wajah ahjussi itu agak kaget. Mungkin kaget dengan ketampanan mereka.
             “Bukannya kalian ini…..”.
*******
ahjussi mendekat kearah mereka berdua. Raut wajah ahjussi itu menggambarkan seperti pernah melihat mereka sebelumnya. Belum sempat ahjussi itu melanjutkan kata-katanya Key dan Minho angkat bicara.
            “Annyonghaseo chonun Hyun Woo imnida”. Kata Key dengan senyum ramah. Hye Jin terkejut mendengar salam perkenalan dari Key. Bukannya nama dia sebenarnya Kim Kibum kenapa berubah jadi Hyun Woo. Batin Hye Jin
             “Annyonghaseo Chonun Shin Woo imnida”. Untuk kedua kalinya Hye Jin merasa kaget sekali mendengar pengakuan mereka berdua.  Ini apa lagi Minho juga ikut-ikutan merubah namanya. Choi minho menjadi Shin Wo. Benar-benar aneh.
             “Aku kira kalian ini Anggotanya SHINee. Memang di dunia ini banyak sekali orang yang mirip”. Ajussi itu tersenyum setelah dilanda kebingungan. Ia berjalan menuju meja kerjanya masih dengan memandang Key dan Minho dengan seksama. Tidak boleh, ini tidak boleh terjadi. Paman harus tahu nama dia sebenarnya. Batin Hye Jin.

             “Ya!! bukannya nama kalian..”. tiba-tiba Hye Jin merasa ada seseorang yang membekap mulutnya dengan erat. Diapun melirik ingin tahu siapa orang itu. Ternyata Key yang membekap mulutnya. Ahjussi memandang heran kepada mereka bertiga.
             “Hehehehe…ahjussi kita sering bercanda seperti ini jadi kau jangan heran benar kan Hye Jin?” Key melotot kepadanya namun Hye Jin tidak mejawabya. Dia terus memberontak dari bekapan Key.
             “Iya ahjussi kita berdua begitu sayang sama Hye Jin makanya kadang bercandanya keterlaluan. Oh ya paman saatnya kita pergi karena masih ada urusan Annyongkyeseo….”.
            Alhasil Hye Jin di bawa keluar mereka secara paksa dengan mulut yang masih di bekap. Sampai dirinya susah untuk bernafas. Bagi Hye Jin ini sama saja dengan Tindak kriminal. Key dan Minho memastikan jarak mereka sudah jauh dari POM lalu kemudian mereka baru berani melepas bekapan dari mulut Hye Jin. Ini terpaksa dilakukan oleh Key agar jati diri mereka yang sesungguhnya tidak diketahui siapapun.
             “Apa yang kalian lakukan. Key kau ingin membunuhku ya? aneh sekali”. Omel Hye Jin
            “Hye Jin, mulai sekarang kau harus memanggil kami, Hyun Woo dan Shin Woo ditempat kerja mengerti?”. Kata Ucap Key sambil menunjuk-nunjuk wajah Hye Jin dengan jari telunjuknya.
             “Memangnya Kenapa aku harus memanggil kalian seperti itu? seperti artis saja pakai nama samaran”.
             “Memang kami artis”. Jawab Minho singkat. Sejenak Hye Jin terdiam dan memandang mereka berdua bergantian. Dia memperhatikan penampilan Key dan Minho dari bawah sampai atas. Tiba-tiba dia tertawa.
             “ Ahahaha artis apanya? Mana ada artis yang nggak punya uang dan numpang. Kalian jangan membohongiku. Baiklah terserah apa yang kau lakukan mulai sekarang aku akan memanggilmu Hyun Woo dan Shin Woo di tempat kerja”.
            “Setuju..”. Ucap mereka berdua bersamaan. Minho dan Key berjalan meninggalan Hye Jin begitu saja tanpa memperdulikan dirinya sedikitpun. Tampan tapi dingin, itulah anggapa Hye Jin terhadap mereka berdua
 “Ya!!! Kalian tunggu aku!!”. Ucap Hye Jin sambil berlari menuju mereka.
******


Di tempat kerja Jonghyun dan Taemin
“Kalau boleh tahu siapa nama kalian? tolong lepas topi kalian. Kalau seperti itu aku tidak bisa melihat wajah kalian”. Ucap Ahjumma yang tidak lain adalah boss mereka. Jonghyun dan Taemin menuruti perintah ajumma itu. Dengan ragu dan khawatir mereka melepaskan topinya. “Kalau begini aku bisa melihat jelas wajah kalian. Tapi sepertinya aku pernah melihat kalian di televisi?”.
 “Ah, ahjumma tidak  mungkin kami muncul di TV.  mungkin mereka mirip dengan kami?”. Jawab Jjonghyun dengan perasaan gugup.
“Ah iyabenar juga, ngomong siapa nama kalian?”.
 “Ehm..nama saya…”, Jonghyun berpikir sejenak sedangkan Taemin melirik Jonghyun. Jujur Taemin juga khawatr dengan keadaan mereka sekarang. Bagaimana kalau ahjumma itu tahu siapa kita sebenarnya. Bisa gawat nanti  “nama saya Jongman”. Ucap Jonghyun. Taemin terkekeh mendengar nama itu. Jongman Aneh sekali nama samara Jonghyun Hyung. Jonghyun memandang kesal pada Taemin.
 “Kalau kau, siapa namamu??”
“Namaku Taeyan. Senang bertemu dengan anda”. Ucap Taemin membungkuk Sembilan puluh derajat.
 “Oke baiklah, kalau begitu antarkan susu di alamat ini ya!”. Perintah ahjumma itu.
Ahjumma itu memberikan secarik kertas kepada mereka. Mereka berdua berpandangan terlihat sekali kalau mereka bingung. Taemin dan Jonghyun sama sekali tidak tahu daerah sini jadi secara otomatis juga mereka tidak mungkin tahu alamat yang di tuju. Mereka mengantarkan susu tidak menggunakan sepeda motor namun memakai sepeda kayuh. Maklum karena daerah ini merupakan daerah terpencil dan sedikit kurang maju.  Jonghyun, Taemin beranjak pergi dan mengambil salah satu sepedah khusus buat mengantar susu yang sudah terparkir di depan rumah agen itu. selain Taemin dan Jonghyun ada dua gadis yang sepertinya juga akan bertugas mengantarkan susu.
 “Hyung, apa kau mengerti alamat ini di mana?”. Tanya Taemin, memandang bingung kertas yang dia bawa. Ternyata mencari kerja disini jauh lebih rumit daripada yang dia bayangkan.
“Tentu saja aku tidak tahu. Lalu bagaimana ini?”. Jonghyun terus saja berjalan. Langkahnya terhenti ketika matanya melihat dua orang gadis yang akan berangkat mengantarkan susu. “Ah, aku tahu. aku akan meminta bantuan mereka”. Jonghyun berlari menghampiri kedua gadis itu. “Annyonghaseo, bisakah kalian membantu kami? Kenalakan namaku Jonghyu…ah Jongman siapa nama kalian?”.
 “Namaku Kim Seung Hee”.
“Namaku Ji Won Hee”.
 “Bisakah kalian membantu kami menunjukan jalan?”. Ucap Jonghyun.
Kedua gadis itu terlihat sedikit shock dengan apa mereka lihat. Wajah Jonghyun, benar-benar tidak asing bagi mereka. Seperti salah satu member SHINee. Tak lama kemudian Taemin ikut menyusul jonghyun. Seunghye dan Won Hee makin bengong melihat wajah Taemin.
“Perkenalkan namaku Taeyan”. Ucap Taemin membungkuk.
Kedua gadis melihat mereka Taemin dan Jonghyun dengan mulut terbuka. Won hee menghampiri Taemin dan membelai pipi Taemin. Taemin kaget dan agak menjauh dari jangkauan Won hee.
“Mereka berdua terlihat sangat nyata”. Ucapnya
“Kau ini kenapa?”. Tanya Taemin melihat Won Hee dengan sedikit rasa rakut.
 “Kalau kami lihat dengan seksama. Kalian ini benar-benar sangat mirip dengan Taemin dan Jonghyun, atau kalian benar-benar mereka?”. Jelas Seung hye
 “Onnie, mereka ini tidak mungkin membernya SHINee. SHINee itu kaya mana mungkin mereka cari uang jadi pengantar susu. Mereka itu Cuma mirip”.
“Betul sekali apa yang di katakana Won Hee. Mungkin kami hanya mirip”. Ujar Jonghyun.
“Oh benar juga, kalian minta bantuan apa dari kami?”.
“Apakah kalian bisa menunjukan alamat ini pada kami?”. Taemin menyodorkon secari kertas pada mereka. Seung Hye dan Won Hee melihat kertas itu dengan teliti.
“Tentu saja, Kaja”.
Taemin dan Jonghyun mengambil sepedah dan kemudian berangkat. Di belakang Taemin dan Jonghyun, Won hee and Seung Hye masih asyik ngomongin mereka berdua. Suara mereka begitu keras sehingga Jonghyun dan Taemin mendengarnya.
“Hyung, apa kita kita ketahuan?”.
“Sepertinya tidak. aku yakin”.
 “Hyung nama samaranmu aneh sekali,,Jongman kekekekeke”.
 “Namamu juga lebih aneh”.
 “Semua orang juga tahu nama Taeyan tu lebih bagus daripada Jongman”.
 “Ya!! Kalian berdua tunggu apa lagi ayo cepat”.
 “Ne…arrasso”.
Akhirnya Jonghyun dan Taemin berangkat. Anehnya disini Taemin yang mengendarai sepeda bukan Jonghyun. Padahal dari segi fisik juga Jonghyun lebih kekar dan kuat. Memang nasib jadi maknae. Sudah sekitar satu jam lebih mereka mengantarkan susu dengan panduan Sung Hye dan Won hee. Ternyata jarak yang mereka tempuh jauh juga. Namun hal ini membuat Taemin dan Jonghyun merasa senang. Pemandangan di desa ini sangat indah. Mereka menyusuri sungai bahkan sawah padi yang sudah menguning. Pemandangan seperti ini tidak dapat mereka temukan dikota Seoul. Yang ada hanya gedung dan mall. Selama mengantar susu semua orang juga memandang kaget kearah mereka berdua tapi sebelum orang berpikir macam-macam. Jonghyun dan Taemin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat pikiran orang berubah. Setelah menempuh jarak yang jauh. Selesai sudah pekerjaan mereka dan saatnya untuk pulang. Jalannya juga sekarang menurun tidak menanjak seperti tadi. Karena asiknya jalan yang turun Taemin mempercepat laju sepedahnya. Sangat cepat sekali. Dari jauh ada nenek yang menyebrang Taemin dan Jonghyun kaget. Walaupun sudah di rem masih cepat laju sepedahnya.
 “Ya!! Taemin-a, rem donk sepedahnya”.
“Sudah Hyung. Aku rem tapi kecepatannya tidak berkurang”.
“Ottoeke?? Ya!!! Nenek, Tolong Minggir. Cepat Minggir”. Teriak Jonghyun.  Namun nenek itu tidak menghiraukan mereka beliau masih terus jalan.
“Nenek….Minggir!!!!”. Sekarang Taemin yang mengerahkan semua suaranya.
Mereka semakin dekat dengan nenek itu. Tidak ada jalan lain Jonghyun dan Taemin harus menghindari nenek itu.  BRAAAKKKKKKKKKKKK!!!! Mereka menabrak tiang lampu, setir sepeda yang awalnya  lurus menjadi bengkok. Seung Hye dan Won hee shock melihat kejadian itu. mereka langsung menghampiri Taemin dan Jonghyun.
 “Omo, Taeyan, Jongman kau tidak apa-apa?”. Tanya Won Hee
 “Apa sepedahnya tidak apa-apa??Omo…Setirnya bengkong?”. Ucap Seung Hye
“Ya!!Seung Hye Kau ini bukannya Tanya keadaan kami malah mengkhawatirkan sepedahnya”.
“Nanti kita pasti yang di marahi sama nenek sihir itu, pasti kita di suruh membenahinya pakai uang sendiri’. Bentak Seung Hye.
“Ya!! Hyung, Nuna, jangan bertengkar. Bantulah kami’. Sergah Taemin.
********
 “Kalau hanya pekerjaan seperti ini. Itu sangatlah mudah. Hal Apa yang tidak  bisa di lakukan oleh Leader Shinee, Lee Jinki alias Onew. Lagipula pemandangan daerah ini sangatlah indah”.
Onew berbicara dengan dirinya sendiri di jalan sambil mengendarai sepedahnya. Dasar Onew itu agak stress mungkin. Onew melempar seenak hati Koran-koran itu di langganan agen Koran tempatnya bekerja. Tibalah dia di sebuah rumah besar yang di kelilingi pagar dan sepertinya punya orang kaya, Karena Onew terlalu senang dengan pekerjaannya. Onew melempar Koran dengan sekuat tenaga “Aduh”. terdengar suara seseorang yang meringis kesakitan karena lemparan Koran Onew.
 “Omo, sepertinya ada yang kena lemparan koranku”. Katanya tanpa dosa.
Tiba-tiba pintu pagar terbuka, keluarlah sosok gadis yang manis dan imut dari balik pagar.  Dia seumuran dengan Onew namanya adalah Hyun Jin. Gadis itu keluar dengan menggosok-gosok kepalanya yang kesakitan gara-gara lemparan onew yang keras.
“Ya!!! Kau. Lempar Koran seenaknya. Lihat-lihat dulu dong kalau mau lempar”. Protes gadis itu.
 “Apanya, yang bisa di lihat, rumahmu di tutupi pagar. Salahkan pagarnya kenapa terlalu tinggi”.
 “Kenapa sih pakai lempar-lempar segala, disini juga ada tempat Koran”. Kata Hyun Jin menunjukan tempat Koran yang terletak tepat disamping pintu pagar.
“Suka-suka aku donk, tapi Mianhae ya”
“Enak saja minta maaf. ayo tanggung jawab”.
“Tanggung Jawab apanya, terserah. aku mau kerja dulu dasar nenek sihir”. Onew kabur begitu saja. sep
 “Mwo!! Yak kau mau kemana. Ya!!! awas saja kalau aku bertemu denganmu lagi”. Tapi Onew sudah menjauh dari dirinya. “Anak tadi wajahnya mirip sekalih dengan Onew SHINee”. Hyun Jin berpikir sejenak. “Tapi ya sudahlah semua orang juga bisa mirip. Awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi”.
*****

Malam ini Hye Jin menjaga POM bensin, biasanya dia sendirian tapi sekarang Hye Jin di temani oleh Key dan Minho. Jadi sekarang dia tidak merasa kesepian lagi. Hye Jin merasa menjadi gadis yang sangat beruntung di dunia ini karena di temani oleh dua pria tampan dalam hidupnya. Susana POM kali ini lumayan ramai kebanyakan yang mengisi bensin hari ini adalah gadis remaja mungkin gara-gara ada Key dan Minho. Dan yang bikin Hye Jin kesal hari ini adalah kenapa harus memanggil mereka Hyun Woo dan Shin Wo mereka benar-benar aneh. Selain mereka bertiga ditempat kerja, mereka juga di temani oleh Ahjussi yang punya POM ini beliau sangatlah baik dan ramah. Hye Jin istirahat sejenak sambil melihat Key dan Minho bekerja. Mereka berdua sungguh tampan. Kalau Hye Jin perhatikan secara seksama kerja mereka sangatlah bagus. Sekarang Minho sedang melayani gadis yang pakaiannya serba minim dan seksi. Tentu saja Minho yang pria normal agak salting sedangkan gadis itu semakin kegenitan sama Minho di atas mobilnya. Hye Jin terus memperhatikan Minho siapa tahu saja dia tidak Konsen gara-gara dapat godaan seperti itu. Baru beberapa detik Hye Jin membatin terjadi juga. Minho tidak sadar kalau bensinya Lumer kemana-mana. Hye Jin segera menghampiri Minho dan memukul kepalanya. “PLAAAKK..”.
 “Aigoo, Hye Jin sakit tahu!! kau ini kenapa?”.
“Ya!!! Min..maksudku Shin Wo, lihat kau menumpahkan banyak bensin”.
“Omo, maaf..maaf…”.
 “Oh, tidak apa-apa ini uangnya”.Ucap gadis itu sambil tersenyum ramah pada Minho namun ketika dia melihat Hye Jin pandangannya berubah menjadi pandangan iblis.
“Gamsahamnida…”.  Ucap Minho sambil membungkuk.
Hye Jin berjalan meninggalkan Minho dan duduk di posisi semula. Sekarang pelanggan sudah tidak ada sepi jadi mereka berempat dengan ahjussi memutuskan untuk istirahat. Mereka berempat duduk di tanah beralaskan tikar. Key mengambilkan kopi yang sudah disediakan oleh Ahjussi itu kepadaku dan duduk di sampingku. Sedangkan Minho mengambilkan Ahjussi kopi dan untuk dirinya sendiri.
“Ya!! Hye Jin tadi ada apa??aku lihat kau sedang ribut dengan Shin Wo”. Tanya Ahjussi sambil menyeruput kopi panasnya.
“Minho itu genit sekalih, baru melihat gadis berpakaian minim membuat kerjanya tidak konsen”.
 “Benar begitu Shin Wo?”.
 “Ne, Ahjussi mianhae ”. Minho tersenyum malu.
 “Namanya juga laki-laki normal, aku juga akan bersikap seperti itu hehehe”. Ucap paman. Itu membuat Hye Jin Kesal ternyata pria muda dan tua sama saja.
“Sebegitu seksikah mereka Shin Wo sampai membuatmu seperti itu”. Minho hanya senyum
 “Hyun Woo apa kau juga mengalami hal seperti itu?”.
“Animida Ahjussi, aku tidak suka dengan gadis yang terlalu dandan. Aku suka yang natural saja dan apa adanya”. Ucap Key santai.
“ Shin Wo, dengarkan apa kata Hyun woo”. Timpal Hye Jin dengan meneguk kopi. 
“Aku suka gadis yang seperti Hye Jin apa adanya”. Ucap Key. Bruuusssh!! Kopi yang ada dimulutnya muncrat keluar. Hye Jin begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Key. Hye Jin melihat Key dengan pandangan tak percaya,

===TBC==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar