Tittle : "Be My girlfriend"
Author : Maulida KimKeyong
Cast : Rian NSG STAR
Lidya (Readers)
Genre : Romace
Type : Oneshoot
Pandangan seorang gadis berumur 21 tahun sekarang tertuju pada sebuah poster besar yang terletak di dinding kamarnya. Poster seorang pria tampan berwajah menarik dan mempesona. Nama cowok itu adalah Ryan tapi para fans sering memanggilnya dengan sebutan Ryan adalah salah satu member dari boyband ternama di Indonesia yang bernama NSG STAR. Selain Ryan masih ada tiga member lain yaitu Surya Lee, Gege dan Anggara. Mereka terkenal sangat ramah dengan fans mereka, sering meet and greet bersama. Namun sayang sekali gadis ini tidak pernah bisa bertemu dengan idolanya karena dia di kota besar kedua setelah Jakarta yaitu Surabaya.
“Hei, Lidya kenapa pagi-pagi sudah bengong melihat kearah Dinding?”. Tanya Fitri sahabat sekaligus teman sekamar dikostnya.
“Memangnya kenapa? Lagipula melihat wajah dia setelah bangun tidur itu sudah kegiatan yang wajib dilakukan” Jawab Lidya asal-asalan. Fitri hanya tersenyum kecil dan geleng-geleng kepala. Dia tidak mengerti dengan pikiran Lidya sahabatnya.
Yup, benar sekali Lidya adalah nama dari gadis itu. Gadis yang cantik namun manis dengan kulit sawo matang dan perawakan yang tidak terlalu tinggi. Dia adalah seorang mahasiswa disalah satu Universitas Negeri di Surabata yang sudah menginjak semester enam. Dia bukan seorang yang asli Surabaya namun rumah dia sebenarnya tinggal di salah satu kota kecil di Jawa Timur. Lidya tidak berkutit diatas ranjangnya dengan terus memandang wajah pujaan Hatinya “Novriyansah Fachri”.
“Lid, tumben kamu suka sama musisi dalam negeri biasanya kamu suka produk Luar apa lagi Korea. Sekarang kau tidak maniak Korea lagi? Sudah lupa sama yang namanya SHINee dan yang namanya Key yang biasa kamu panggil kamu Keyong itu?”.
“Yee, Sopo sing lali* aku nggak pernah lupa yang namanya SHINee apa lagi Key. Cuman saat ini aku memang lebih fokus ke NSG STAR lagipula lagu-lagu mereka tidak kalah keren sama lagunya SHINee. Menurutku dengan kehadiran mereka akan membuat musik Indonesia lebih variatif”.
“Yo sakarepmu lah**” Ucap Fitri singkat. Fitri berbeda jauh dengan sahabatnya Lidya. Dia bukan tipe orang yang suka mengidolakan seseorang sampai berlebihan seperti Lidya. Sifatnya juga lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Nggak seperti Ldya yang selalu menyelesiakannya pakai emosi.
“Fit nanti setelah pulang dari kampus ikut aku ya??”.
*Siapa yang lupa
**Ya terserah kamulah
“Mau kemana emangnya?”. Tanya Fitri sambil bersihin kasurnya.
“Beli perdana kartu perdana X2”. Jawab Lidya singkat tanpa merubah posisinya sedikitpun.
“Buat apa beli perdana? Mau ganti nomer lagi. Nggak usah ganti-ganti terus toh. Aku kan bingung kamu pakai nomer yang mana?”. Protes Fitri, dia benar-benar capek menyimpan semua nomer sahabatnya.
“Tenang saja. Ini kartu Cuma dipakai pas hari Jumat saja kok. Itupun mulai jam tujuh malam sampai delapan malam heheheheh”. Lidya cengengesan sedangkan fitri makin nggak ngerti dengan tingkah sahabatnya.
“Lah, memangnya kenapa kok Cuma hari Jumat dan hanya di pakai jam 7 malam?”.
“Hehehe kan hari Jumat NSG STAR jadwalnya Live Chat jadi aku mau nelfon mereka. Kalau aku pakai kartu yang aku pakai sekarang kan mahal fit. Jarang-jarang gitu telfon artis hehehe”.
“Ealah, ya udah nanti aku anterin kamu beli perdana”.
*******
Malam harinya Lidya sudah stand by di depan computer lebih tepatnya komputer yang didalam warnet, tentunya dia tidak sendirian tapi sama sahabatnya si Fitri. Sebenarnya Fitri males banget nganterin Lidya ke warnet tapi karena sahabatnya itu mengiming-iming mau ditarktir makan akhirnya dai mau. Lidya kelihatan girang banget dan mencak-mencak setelah tahu wajah semua member NSG STAR di dalam monitor Komputer. Fitri geleng-geleng kepala. Emang fitri mengakui kalau wajah semua member NSG STAR ganteng-ganteng, tapi fitri nggak tahu mana cowok yang digilai sama Lidya.
“Ya Allah Fit, Ryan ganteng pooll”. Gumam Lidya.
“Mana sih yang namanya Ryan?”. Tanya Fitri.
“Itu yang jaket biru, yang lehernya ada headphonenya. Lihat senyumnya, bikin aku meleleh pit”. Fitri hanya manggut-manggut tanda ngerti
Wajah Lidya memerah dan berseri-seri karena melihat wajah idolanya walau hanya di dunia maya. Mungkin kalau beneran ketemu, dia bisa pingsan. Member NSG STAR pada nyerocos sendiri sedangkan fansnya yang lain pada saling chatting dan mengomentari semua tingkah para member. Lidya tidak ikut chatting dia hanya ingin melihat tingkah kak anggara sepuasnya. Setelah semua pada ngomong kesana-kesini saatnya sekarang untuk sesi telfon. Dengan sigap dan secepat mungkin dia menekan nomer ponsel NSG STAR di ponselnnya. Namun dia gagal karena sudah di dahului oleh fans yang lainnya. Beberapa kali mencoba dia selalu gagal namun dia tidak menyerah dan untuk kelima kalinya akhirnya telfonnya tersambung. Jantung Lidya seperti berdegup kencang seolah mau membenrontak keluar dari dadanya. Wajahnya mendadak pucat dan panas dingin, dia gugup dan tidak tahu harus berkata apa. Gleek!! Telfonnya terangkat. Lidya bisa melihat dengan jelas kalau Ryan sang Pujaan hatinya yang mengangkat telfonnya. Suaranya benar-benar terdengar sangat merdu dan lembut dikupingnya. Fitri yang penasaran ikutan nimbrung dan menyuruhnya untuk me-loudspeaker telfonnya. Lidyapun menuruti permintaan sahabatnya.
“Halloo, Disini NSG STAR, password please”. Jawab Ryan. Lidya hanya bisa menelan ludah, bibir dan lidahnya mendadak tak bisa digerakan. Semua tubuhnya kaku. “Halloo, kenapa diam? Ya sudah kalau begitu kita angkat telfon berikutnya…”.