Kamis, 07 Juli 2011

FF/Early Marriage part 14




Tittle : “Early Marriage (repackaged)"
Author : Maulida Kimkeyong
Mian Cast :
-Kim Kibum SHINee
-Kim Hye Jin (Reader)
Support cast :
- Soo Yun (fiksi)
- Chang Hyun (Fiksi)
- Hyu Ra (Fiksi)
- Jun Hoon (Fiksi)
Length          : Chapter
Genre           : Friendship, romance
==part sebelumnya==
Hye Jin meninggalkan Kibum. Namun baru beberapa langkah Hye Jin merasakan tubuhnya di dekap erat oleh seseorang. Pelukan itu semakin erat dan erat, Hye Jin bisa mendengar desahan nafasnya, sehingga membuat bulu romanya berdiri karena merinding. Hye Jin melihat tangan yang memeluk tubuhnya dari belakang siapa lagi kalau bukan tangan suaminya Kibum. Apakah ini mimpi? Kibum pria yang dicintainya selama ini memeluk erat dirinya apakah semua ini benar terjadi?.
Saranghae…”. Lirih Kibum.
 ===============
Saranghae, jeongmal saranghae. Jujur selama ini aku sudah mulai mencintaimu, aku benci melihat kau dan Jun Hoon selalu berdua. Hatiku sakit ketika mendengar kau menginap semalaman dirumahnya. Aku benar-benar membenci hal itu.”.

Hye Jin tidak mengatakan apa-apa. Tubuhnya kaku, air matanya keluar lebih banyak namun ini bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan. Dia tidak menyangka kalau Kibum juga mencintainya, dia tidak menyangka kalau Kibum juga menahan sakit hatinya selama melihat dia dan Jun Hoon berdua. Hye Jin melepaskan tangan Kibum dari tubuhnya dan berbalik menghadap suaminya, jarak mereka teramat sangat dekat. Kibum melihat Hye Jin was-was dia takut kalau Hye Jin tidak membalas perasaanya.
“Apa kau tahu kalau aku juga merasakan sakit setiap kali melihat kau bergandengan tangan, berduaan dan ketika kau panik saat Jari Hyu Ra teriris.” Hye Jin memandang Kibum sejenak “Nado saranghae Kim Kibum”.
Senyum kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka. Semuanya sudah jelas, semuanya terasa lega karena tidak ada lagi hal yang di tutup-tutupi lagi. Seharusnya mereka saling jujur sejak awal kalau mereka memang saling mencintai. Dengan begini tidak ada yang merasa disakiti dan tersakiti. Kibum memandang lekat-lekat istrinya, begitupula dengan Hye Jin. Kibum perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Jin. Hye Jin mengerti apa yang ingin di lakukan oleh suaminya, diapun memejamkan matanya. Saat itu juga dia merasakan kehangatan di bibirnya, merasakan dekapan erat di pinggangnya. Hye Jin merasakan kehangatan dengan segenap jiwanya, membalas pernyataan cinta suaminya dengan kelembutan yang dia berikan. Tangan Hye Jin secara otomatis melingkar di leher Kibum. Cintapun bersemi diantara mereka, luka yang sudah menganga lebar kini tertutup rapat karena ciuman diantara mereka. Satu menit kemudian Kibum menyudahi ciumannya.
“Hye Jin, maukah nanti malam kita jalan-jalan?”. Senyum Kibum.
“Apa ini adalah sebuah kencan?”, Tanya Hye Jin
“Sepertinya begitu”
“Tentu saja aku mau”. Ucap Hye Jin. Kibum dan Hye Jin pun kembali merasakan kembali kehangatan hati dan cinta lewat sentuhan bibir mereka.
******
Malam Harinya..
Kibum dan Hye Jin sudah berada di sebuah kereta gantung yang berjalan pelan. Malam ini mereka akan pergi ke menara Namsan. Sebelum menaiki menara Namsan mereka naik kereta gantung dulu. Pemandangan kota Seoul pada malam hari dari atas kereta gantung sangatlah indah, warna-warni lampu kota terlihat bagaikan kembang api di langit yang gelap. Benar-benar indah. Menara Seoul atau yang sering disebut dengan Menara Namsan adalah salah satu tempat wisata di Seoul, menara ini adalah sebuah pemancar radio yang terletak di kota seoul. Menara ini di bangunpada tahun 1969 dan dibuka untuk umum pada tahun 1980. Tinggi menara ini mencapai 236,7 meter. Setelah naik kereta gantung Hye Jin dan Kibum berjalan menuju ke menara Namsan. Sebelum naik ke atas menara Namsan Kibum membayar tiket masuk . Selama perjalanan dari awal sampai sekarang Kibum terus menggandeng tangan Hye Jin tanpa melepaskan genggaman tangannya sedikitpun. Dia benar-benar tidak mau jauh dengan istrinya untuk yang kedua kalinya. Kibum mengajak Hye Jin makan malam di restoran yang letaknya ada di balkon observasi menara Namsan. Untuk menuju kesana Kibum dan Hye Jin harus naik lift yang berkecepatan super tinggi karena letak restorannya paling atas di menara ini. Sesampainya di menara observasi, Hye Jin terkagum-kagum melihat pemandangan kota Seoul yang nggak kalah indahnya seperti di kereta gantung tadi. Seolah tidak puas melihat pemandangan indah dengan mata telanjang Hye Jin berjalan ke sebuah teleskop digital yang sudah di sediakan, dia mulai mendekatkan matanya di teleskop tersebut.
“Ya, Tuhan kalau dari sini pemandangan terlihat jelas dan lebih indah. Kibum apa kau mau mencobanya?”. Tawar Hye Jin.
Kibum tidak menjawab namun dia langsung mendekatkan wajahnya di teleskop digital, dia hanya tersenyum lalu kemudian menarik tangan istrinya untuk bergegas mengunjungi tempat lain. Di balkon observasi ini ada banyak sekali penjelasan tentang sejarah kota Seoul, media art digital dan masih banyak lagi pokoknya lengkap. Perut Kibum yang sudah keroncongan segera mengajak Hye Jin ke salah satu restoran yang unik. Restoran ini setiap empat puluh delapan atau seratus empat puluh menit akan berputar secara otomatis jadi pengunjung di restoran itu bisa melihat pemandangan kota Seoul sampai tiga ratus enam puluh derajat. Kibum dan Hye Jin mengambil tempat duduk yang letaknya dekat sekali dengan jendela restoran. Dia sedikit ngeri melihat ketinggian yang dia capai sekarang. Tanpa dipanggil pelayan datang dengan sendirinya sedangkan Kibum dan Hye Jin sibuk memilih makanan di buku menu yang sudah ada di restoran.
“Selamat datang, apa anda ingin memesan sesuatu?”. Tanya pelayan cantik itu.
“Hye Jin, kau ingin memesan apa?”. Tanya Kibum. Hye Jin terus melihat-lihat menu itu, kepalanya menggeleng pelan karena harga makanan di restoran ini.
“Aku pesan orange jus saja”. Jawab Hye Jin tersenyum ramah pada pelayan itu.   
“Apa orange Jus?, jauh-jauh kesini kau hanya pesan orang jus. Apa kau tidak lapar?”. Ucap Kibum, Hye Jin menggeleng. Kibum sebenarnya ingin sekali makan tapi karena istrinya hanya memesan orange jus dia terpaksa juga hanya memesan orange jus. Rasanya tidak adil kalau dia makan tapi Hye Jin tidak makan. “Baiklah aku juga orange Jus”. Jawab Kibum.
“Baiklah, tunggulah sebentar”. Pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua. Kibum memandang sebal kearah istrinya.
“Kenapa kau tidak pesan makanan? kau tahu aku sudah kelaparan”. Protes Kibum.
“Kenapa kau menyalahkanku, kalau kau makan ya sudah pesan makanan. aku juga tidak menyuruhmu untuk mengikutiku. Kau tahu kenapa aku tidak pesan makanan disni, karena harganya terlalu mahal. Lebih baik kita jangan makan disini tapi di luar saja aku tahu restoran yang murah dan enak”.
“Apa aku bisa memegang janjimu?”. Tanya Kibum sambil memegang tangan istrinya.
“Iya kau bisa memegang janjiku hehehe”. Hye Jin tertawa kecil melihat tingkah suaminya yang sedikit manja kepadanya.
Selang beberapa menit pelayan itu datang dengan dua buah orange jus pesanan mereka.Pelayan restoran  memeberikan orange jus itu pada Kibum dan Hye Jin. Sepeninggal pelayan itu mereka berdua meminum orang jus pesanan mereka. Kibum melihat Hye Jin dengan banyak pertanyaan di otaknya, dia penasaran siapa pria yang mengantarkan istrinya di pagi-pagi buta begitu. Hye Jin bilang itu Jun Hoon tapi bagi Kibum tidak mungkin Jun Hoon berpenampilan seperti itu. Kibum dari tadi ingin bertanya perihal ini tapi dia takut Hye Jin tiba-tiba marah dan bertengkar lagi. Tapi kalau tidak bertanya mana mungkin dia tahu identitas pria tersebut, Bagaimana kalau itu selingkuhan Hye Jin?. Dia tidak bisa membayangkan amarahnya sendiri kalau itu benar.
“Ehem, Hye Jin-ah apa aku boleh bertanya sesuatu?”.
“Tentu, katakan saja”. Jawab Hye Jin singkat.
“Sebenarnya siapa pria yang mengantarkan kau pulang tadi? Aku tidak pernah tahu kau punya teman selain Chang Hyun dan Jun Hoon?”. Kibum benar-benar penasaran tingkat tinggi. Hye Jin menelan orange jus itu sambil sesekali memainkan sedotan di orange jusnya.
“Sudah aku bilang padamu kalau itu adalah Jun Hoon. Kenapa? Kau tidak percaya karena dia terlihat sangat tampan. Apa kau tahu Kevin actor terkenal itu?”. Kibum mengangguk kemudian Hye Jin melanjutkan penjelasannya, “Dia adalah Kevin, jadi selama ini dia menyamar agar dia bisa bersekolah dengan nyaman seperti murid-murid lainnya”.
“Benarkah itu semua?”. Kibum membelalakan mata tidak percaya.
“Kau tidak percaya kan? Aku juga awalnya tidak percaya tapi memang itu kenyataanya. Kapan-kapan aku akan mengenalkan Jun Hoon dalam bentuk Kevin”. Hye Jin terus menyeruput orange Jus beda dengan Kibum yang meminumnya sedikit demi sedikit. Kibum merasa puas dengan penjelasan Hye Jin tentang pria itu.  Tapi masih ada pertanyaan yang tersisa di otaknya, Kibum sebenarnya tidak berani  untuk menanyakan hal ini takut Hye Jin marah tapi lebih baik tahu daripada tidak tahu.
“Istriku, tidak terjadi apa-apa kan antara kau dan Jun hoon selama kau menginap dirumahnya?” Kibum menelan ludah saat mengeluarkan pertanyaan itu dari mulutnya. Kibum takut kalau Hye Jin akan membuat pengakuan yang mengejutkan. Kibum semakin khawatir ketika wajah Hye Jin berubah muram dan sedih.
“Maafkan aku Suamiku”. Hye Jin menghela nafas, menatap tajam suaminya dengan mata berkaca-kaca sambil memegang tangan suaminya. Kibum menangkap tatapan mata istrinya sebagai tanda permintaan maaf dan rasa bersalah yang teramat besar padanya. Benarkah terjadi apa-apa antara dia dan Jun Hoon. Kibum tak henti-hentinya memikirkan hal-hal buruk yang selalu ada di otaknya “Sepertinya…tidak terjadi apa-apa antara aku dan Jun Hoon ahahahahahahaha”. Tawa Hye Jin meledak melihat tampang suaminya yang cemas setengah mati.
“Ya!! Kim Hye Jin apa kau pikir ini lucu hah?!! Kau benar-benar membuatku tidak bisa bernafas”. Bentak Kibum kesal karena di jahili oleh istrinya.
“Ahahahaha, maafkan aku. Wajahmu kalau seperti itu terlihat lucu sekali”. Hye Jin terus saja tertawa tanpa henti.
“Haish kau ini benar-benar…”. Kibum mencubit pipi istrinya dengan gemas, dan saat itu juga restoran tempat mereka berputar. Mereka berpegangan erat dan mereka juga melihat pemandangan kota Seoul di sisi yang lain.
Setelah puas mereka menikmati pemandangan kota Seoul di restotan putar. Hye Jin dan Kibum masih berada di balkon obserservasi. Balkon observasi ini dikelilingi oleh pagar kawat. Pagar kawat dibalkon observasi ini sangatlah unik karena semua pagar kawat yang mengelilingi balkon ini di penuhi oleh yang namanya “Gembok Impian”. Tempat ini adalah tempat favorit anak remaja khususnya sepasang kekasih, mereka semua menulis janji-janji dimasa datang dalam hubungan mereka di gembok couple yang mereka punya. Setelah mereka memasang gembok tersebut, kunci yang mereka pegang kemudian dibuang. Konon ada yang bilang kalau “Gembok impian” ini bisa dibuka maka salah satu dari pasangan tersebut mengingkari janji. Seolah tidak mau kalah dengan pasangan lain, Kibum dan Hye Jin juga memasangkan gembok impian mereka. Gembok Hye Jin berwarna pink sedangkan gembok Kibum berwarna biru. Kibum duduk di salah kursi panjang yang agak bengkok sambil sibuk menuliskan Janji mereka. Kibum berusaha mengintip apa yang dituliskan Hye Jin, tapi sayang dia sama sekali tidak bisa melihat. Setelah menulis impian mereka tanpa boleh membaca janji mereka terlebih dahulu, Kibum mengunci gembok impian mereka di sela-sela gembok couple pasangan yang lain, lalu Hye Jin yang membuang kuncinya. Hye Jin mencoba mengecek janji suaminya, Dia terkejut ketika membacanya.
“Ya!! Kibum-ah kenapa kau menulis hal seperti ini?”. protes Hye Jin.
“Memangnya kenapa apa ada yang salah?”. Kibum malah balik Tanya dengan tampang tak bersalah.
Aku berjanji bulan depan istriku hamil, apa maksud dari tulisanmu ini?”. Hye Jin memang protes tapi mukanya memerah seperti kepiting rebus karena malu.
“Kenapa? itu memang janjiku hehehehe”. Kibum terus berusaha membela diri sedangkan Hye Jin cemberut tingkat akut dan melengos tanpa memandang Kibum sedikitpun. Kibum cengegesan melihat tingkah laku istrinya yang malu, baginya kalau Hye Jin malu seperti ini terlihat lebih lucu dan manis, dia merangkul Hye Jin erat. “Bukankah, tujuan menikah adalah mempunyai seorang anak?”. Katanya lembut.
“Iya aku tahu, tapi kita kan…”.
“Jangan protes, lagi pula nenek sudah menganggapmu hamil kan. Kasihan nenek kalau dia tahu kita berdua hanya berbohong padanya. Apa salahnya membuat kebohongan itu menjadi kebenaran”. Kibum memandang istrinya senyum-senyum tidak jelas. Hye Jin tidak bisa menahan tawa karena melihat tingkah Kibum, tapi memang benar juga dengan apa yang dikatakan suaminya. “Lalu kau sendiri menulis apa?”.
Hye Jin memulai membacakan tulisan di gemboknya “Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan suamiku. BumHye couple Fighting.”!!!”
“BumHye Couple”. Gumam Kibum memutar kedua bola matanya sambil berpikir sesuatu. “Sepertinya bagus juga. Apa benar kau tidak akan meninggalkanku dengan apapun yang terjadi?”.
“Iya aku berjanji padamu”. Jawab Hye Jin. Tanpa aba-aba lagi Kibum mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
“Aku mencintaimu Kim Hye Jin”.
*******
Setelah puas di Menara Namsan mereka berdua melanjutkan jalan-jalan di daerah Shinchon Fashion street. Daerah ini merupakan salah satu pusat mode di Seoul. Kebanyakan orang-orang yang berlalu lalang di daerah ini adalah perempuan karena diujung fashion street ini ada perguruan tinggi khusus untuk perempuan. Saat di daerah ini Kibum dan Hye Jin membeli baju, aseoris serta boneka. Bicara masalah boneka Kibum juga membelikan boneka yang super besar tidak kalah besarnya dengan yang Jun Hoon berikan untuk Istrinya. Kibum berpikir memangnya Jun Hoon saja yang bisa membelikan boneka besar seperti ini, Hye Jin sebenarnya menolak untuk di belikan boneka tapi Kibum yang memaksa alhasil Kibum yang menggendong boneka kelinci yang besar itu di punggungnya, karena Hye Jin tidak mau mebawanya. Seusai belanja baju, asesoris dan lain-lain mereka berdua memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut malam. Mereka pulang tidak naik bis namun jalan kaki karena Shinchon Fashion street lumayan dekat dengan rumahnya. Di tengah perjalanan tepat di depan mereka melihat sepasanga suami istri muda, sang suami mengelus perut sang istri dengan penuh rasa kasih sayangg dan kehangatan. Sang istri tersebut hamil kalau di lihat dari besar perutnya mungkin baru sekitar tiga bulan. Kibum dan Hye Jin mengikuti melihat kearah mereka namun langsung memalingkan pandangan dari sepasang suami istri tersebut. Muka Hye Jin memerah kembali ketika mengingat janji yang ditulis oleh suaminya di “Gembok impian” saat di Menara Namsan. Mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang.
“Hye Jin-ah apa kau menikmati hari ini?”.
“Tentu, malam ini adalah malam yang bahagia buatku. Terimakasih karena kau mengajakku jalan-jalan”. Kata Hye Jin tersenyum manis pada suaminya.
“Memang seharusnya aku melakukan ini sejak dulukan”. Kibum mengulurkan tangannya pada Istrinya, Hye Jin mengerti kalau Kibum ingin bergandengan tangan selama perjalanan pulang. Tanpa basa-basi lagi Hye Jin memegang tangan suaminya dan menyusuri jalan dengan perasaan bahagia.
Cerahnya langit malam, indahnya cahaya bintang dan bulan seolah mewakili kebahagiaan yang luar biasa yang mereka rasakan. Seolah dunia ini ada dalam genggaman tangan mereka, waktu kali ini adalah waktu mereka, jalan di seoul adalah jalan mereka. Semua yang ada di dunia hari ini adalah milik mereka, walaupun kaki mereka lelah karena berjalan menyusuri semua daerah di kota Seoul tapi karena cinta dan kebahagiaan yang mereka dapat membuat itu semua tidak terasa. Sedikit demi sedikit langkah  sudah mengantarkaan mereka di depan rumah. Kibum memencet tombol di pintu dan masuk kedalam rumah beserta Hye Jin. Punggungnya lagi-lagi terasa pegal karena harus menggendong boneka yang besar itu. Kibum meletakkan boneka besar itu di sembarang tempat, dia melihat istrinya kembali entah mengapa malam ini Kibum menginginkan Hye Jin seutuhnya. Senyum tipis mengembang dibibirnya dia mendekat ke Istrinya lalu menggendongnya.
“Ya!! Kibum apa yang kau lakukan turunkan aku!!”,
Perintah Hye Jin memukul kecil pundak suaminya. Tapi Kibum tidak menghiraukan Hye Jin, dia terus melangkahkan kakinya menuju ke kamar Hye Jin yang gelap tanpa cahaya.  Keinginan untuk memiliki Hye Jin seutuhnya amat sangatlah besar dia sudah tidak bisa membendung lagi keinginan itu. Kibum merebahkan pelan-pelan Hye Jin di tempat tidur. Kibum bisa melihat wajah cantik Hye Jin di bawah sinar bulan yang menembus jendela kaca kamar Hye Jin. mereka berdua saling menatap dan memperhatikan setiap lekuk wajah orang yang ada di depannya. Jantung keduanya berdetak cepat.
“Kibum, apa yang ingin kau lakukan?”. Bisik Hye Jin.
“Aku tidak tahu, aku tidak tahu dengan apa yang terjadi selanjutnya”. Gumam Kibum.
Kibum mencium lembut Hye Jin begitupula dengan Hye Jin kepada Kibum. Malam ini adalah malam dimana mereka merasakan sebagai sepasang suami istri sesungguhnya, sudah tidak ada lagi jarak diantara mereka, semuanya menyatu dalam kegelapan malam di bawah sinar bulan.
******
Matahari dipagi hari bersinar terang. Hye Jin perlahan membuka matanya, disampingnya terlihat suaminya yang masih tidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka. Hye Jin melihat lekat-lekat wajah suaminya, dia tersenyun karena wajah Kibum terlihat polos dan imut sekali. Wajah Hye Jin kembali memerah ketika mengingat kejadian tadi malam, kejadian dimana mereka menghabiskan malam berdua. Pada akhirnya mereka melakukan hal itu. Sebagai sepasang suami istri itu adalah hal yang biasa, tadi malam Hye Jin bisa merasakan cinta kasih suaminya di setiap sentuhan tangannya. Benar-benar malam yang indah. Hye Jin beranjak bangun dan mencium kening suaminya. Pagi ini Hye Jin sengaja memasak masakan yang sepsial, karena suasana hatinya benar-benar sangat bahagia. Sekitar  lima belas menit lebih dia berkutat di dapur, akhirnya sarapan buatannya sudah matang. Hye Jin melanjutkan aktivitasnya kemudian membangunkan suaminya. Untung Kibum bukan tipe pria yang susah di bangunin, diapun nurut dengan istrinya dan langsung mandi. Hye Jin sudah siap dengan seragam sekolahnya, dengan sabar dan wajah berseri-seri dia menunggu suaminya untuk sarapan. Tidak lama kemudian Kibum datang lengkap dengan seragam sekolahnya. Hye Jin menyambut kehadiran Kibum dengan senyuman manis.
“Omo, Menu hari ini beda dengan menu sarapan sebelum-belumnya”. Tanya Kibum
‘Iya, aku buat menu yang special hari ini hehehe”.
Kibum mencicipi masakan istrinya “Ehm, benar-benar nikmat, tidak salah nenek memilih kau menjadi istriku hehehe”. Ucap Kibum. Hye Jin hanya membalas perkataan itu dengan senyuman. Untuk kedua kalinya wajah Hye Jin memerah saat memandang Kibum dan sepertinya Kibum sadar akan hal itu “Hye Jin, kenapa wajah dan telingamu memerah seperti itu?”.
“Eoh, ah tidak..tidak apa-apa kok”. Jawab Hye Jin malu.
“Ah, aku tahu kau mengingat kejadian semalam ya?”.
“Aaaa…Tidak, bukan seperti itu”. Hye Jin menjawab dengan tawa dan memukul pundak suaminnya. Wajahnya makin memerah karena edekan Kibum.
“Hehehe jangan bohong padaku”. Ujar Kibum.
Usai sarapan mereka berangkat kesekolah, tapi sebelum berangkat sekolah Kibum memberikan sepasang cincin pernikahan mereka. Kibum ingin baik dirinya mau Hye Jin memakai terus cincin ini mulai sekarang. Hye Jin menyetujuinya karena baginya ini merupakan lambang cinta mereka. Hari ini adalah hari pertama mereka berangkat sekolah dengan mesra dan begandengan tangan. Kicauan burung terdengar sangat jelas. Semua orang melihat kearah mereka karena kemesraan yang mereka tujukan pada semua orang, bukan hanya di halte, bis bahkan di jalan, di sekolahpun Hye Jin dan Kibum menjadi pusat perhatian setiap murid. Semuanya pada berbisik, dan bertanya kenapa tiba-tiba Kibum bersama Hye Jin kenapa tidak bersama Hyu Ra. Setahu mereka kalau pengeran tampan idola para gadis Kim Kibum berpacaran dengan putri cantik idola para pria Lee Hyu Ra. Mereka berdua tidak menghiraukan bisikan dari orang-orang yang disekitarnya hubungan diantara mereka hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Perlahan langkah mereka telah sampai di kelas yang tuju. Semua pasang mata melihat mereka yang bergandengan tangan termasuk Jun Hoon dan dua sahabat Hye Jin, Soo Yu beserta Chang Hyun. Melihat hal itu Jun Hoon langsung keluar dari kelas, dia bukan lagi menjadi Kevin tapi menjadi Jun Hoon yang dia kenal dari dulu. Hye Jin dan Kibum berjalan menuju bangkunya masing-masing namun setelah itu Kibum keluar. Soo Yun dan Chang Hyun menatap curiga kearahnya yang dari tadi senyum-senyum sendiri.
“Apa yang telah terjadi antara Kau dan Kibum?” Tanya Soo Yun penuh selidik, Hye Jin hanya menaggapiny dengan senyuman manis.
“Ya!! Hye Jin jangan bikin kami penasaran?”. Protes Chang Hyun tapi Lagi-lagi Hye Jin hanya tersenyum. “Ah aku tahu kau dan Kibum..??”. Chang Hyun mengadu kedua jari telunjuknya. Melihat itu semyum Hye Jin makin lebar dan wajahnya mulai memerah. “Wa, ternyata dugaanku benar”. Kata Chang Hyun girang.
“Benarkah itu, kapan dan dimana?”. Tanya Soo Yun.
“Ini rahasia antara aku dan Kibum hahah”. Ucap Hye Jin dengan senyum jahilnya.
“Haish, kau ini. sudah aku duga kalau kau pasti jatuh cinta padanya hanya gadis tidak normal yang tidak mencintainya ”. Soo Yun bangga karena omongannya yang dulu benar. Chang Hyun memandang kekasihnya itu dengan pandangan sedikit aneh.
“Berarti kau itu termasuk gadis tidak normal Honey”. Ucap Chang Hyun enteng.
“Kenapa jadi aku yang tidak normal?”.
“Karena kau tidak mencintai Kibum, tapi mencintaiku hehehe”. Chang Hyun lagi-lagi bikin Humor yang nggak lucu sama sekali bagi Soo Yun.
“Untuk urusan yang satu ini aku akuin memang aku tidak normal hehehe”.
“Ahahaha kalian ini”.
Begitulah suasan pagi hari di sekolah Hye Jin dan Kibum. Semuanya terlihat sangat bahagia dan tentram. Namun sayang kebahagiaan pagi ini bagi Hye Jin ternodai karena perubahan sikap Jun Hoon alias Kevin padanya. Padahal mereka satu bangku tapi Jun Hoon lebih memilih sebangku dengan murid lain yang kebetulan teman sebangkunya tidak masuk, karena Jun Hoon yang menghindar Kibum tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk sebangku denga istrinya. Hye Jin sudah menduga kalau pada akhirnya Jun Hoon akan bersikap seperti ini setelah mengetahui perihal pernikahannya, tapi bagaimana lagi memang ini jalan hidup Hye Jin lagipula dia mencintai suaminya bukan Jun Hoon. Dia sudah berusaha untuk mengajaknya bicara tapi Jun Hoonya diam saja. Selain perubahan aneh Jun Hoon, Hyu Ra juga tidak masuk hari ini. sekarang Kibum yang sedikit khawatir tentang absennya Hyu Ra di sekolah mengingat kejadian kemarin malam yang membuat Hyu Ra menangis histeris karena mengetahui dirinya sudah menikah dan mencintai gadis lain. Kibum tadi sudah berusaha menghubungi Hyu Ra tapi nomer ponselnya tidak aktif. Dia tahu Hyu Ra adalah tipical orang yang nekat jadi Kibum benar-benar takut dia akan melakukan hal-hal bodoh. Semua memperhatikan pelajaran terkecuali Kibum dan Hye Jin. Kibum sekarang melirik Hye Jin yang sibuk memperhatikan Jun Hoon.
“Istriku, Jun Hoon kenapa? Tidak biasanya dia menjauhimu seperti ini?”.
“Sebenarnya dia sudah tahu kalau aku dan kau menikah”.
“APAAA!!!”, Kibum meninggikan suaranya tanpa sadar,  sontak membuat semua murid  yang konsentrasi belajar menoleh kearahnya. Kibum yang sadar hanya tersenyum dan mengangguk untuk minta maaf. “Bagaimana dia bisa tahu?”. Tanya Kibum pelan.
“Dia melihat foto pernikahan kita di ponselku. Apa kau ingat nenek pernah memotret kita dengan ponselku?”. Tanya Hye Jin, Kibum mengangguk pelan “Makanya dia sekarang menghindariku apalagi dia sudah aku tolak sebelumnya”.
“Jadi dia menyatakan cinta padamu?” Hye Jin mengangguk “Kenapa kau menolaknya?”. Tanya Kibum.
“Tentu saja karena aku mencintaimu, sangat mencintaimu”. Ucap Hye Jin. Kibum tersenyum puas mendengar ucapan istrinya karena ternyata tidak hanya dia yang amat sangat mencintai istrinya. “Lalu apa kau tahu kenapa Hyu Ra hari ini tidak masuk sekolah?”.
“Aku tidak tahu.  Hyu Ra juga sudah tahu kalau kau dan aku menikah”. Hye Jin tidak bicara apa-apa dia hanya melongo sambil memelototkan kedua matanya. “Apa kau ingat saat dimana kau merasakan ada seseorang yang membuntutimu. Ternyata orang itu adalah Hyu Ra yang membuntuti kita saat kita pulang dan bertanya pada tetangga tentang kita, nah dari situlah dia tahu semuanya. Aku sedikit khawatir, semoga tidak terjadi apa-apa dengannya”.
“Semoga saja semuanya baik-baik saja, tapi apakah kau masih mencintainya?”. Tanya Hye Jin.
“Tidak, orang yang aku cintai sekarang adalah kau”. Mereka tersenyum dan saling pandang karena keasyikan ngobrol mereka tidak sadar kalau dari tadi guru sedang memperhatikan mereka.
“Kibum, Hye Jin bisakah kalian memperhatikan apa yang aku ajarkan. Kalau niatnya hanya ngobrol lebih baik di luar!!”. Ucap ibu guru itu tegas. Mereka berdua langsung diam dan mulai konsentrasi dalam pelajaran.
Sayang sekali, walaupun Hye Jin dan Kibum sudah mulai konsentrasi dalam pelajaran tapi guru itu terus memperhatikan mereka. Sebagai Hukuman bagi mereka berdua, ibu guru tersebut menyuruh Kibum membersihkan papan tulis setelah usai pelajaran sedangkan untuk Hye Jin ibu guru menyuruhnya untuk membawakan tas sampai keruang guru. Ini hanyalah hukuman yang benar-benar ringan.  Hye Jin menerima hukuman ini tanpa sakit hati, karena dia tahu kalau dirinya memang salah dan pantas untuk di hukum. Sesampainya di ruang guru, terlihat ibu wali kelas Hye Jin berbicara dengan seorang wanita setengah baya, kelihatannya pembicaraan mereka serius sekali. Dia melanjutkan langkahnya menujumeja guru yang menghukumnya tadi untuk meletakkan tasnya.
“Terima kasih Hye Jin, lain kali perhatikan kalau aku mengajar apa kau mau aku menghukummu dengan hukuman yang berat?”. Ucap guru itu, Dia hanya menggeleng dan tersenyum. “Baiklah kalau begitu kembalilah ke kelasmu”.
“Permisi, sekali lagi maafkan kesalahan saya”. Hye Jin membungkukan badan dan mulai pergi. Tapi ketika dia melewati ibu wali kelas beserta perempuan itu, tiba-tiba saja ibu wali kelas memanggilnya.
“Kim Hye Jin, tunggu sebentar”. Perintah ibu wali kelas. Hye Jinpun berhenti dan menghadap kearah wali kelasnya. “Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”.
Hye Jin melihat perempuan dengan pandangan heran karena dia tidak pernah bertemu dengan perempuan ini sebelumnya. Terlihat perempuan setengah baya itu tersenyum ramah padanya alhasil mau tidak mau Hye Jin membalas senyuman wanita yang tidak dikenalnya itu.
“Kau yang bernama Kim Hye Jin?”. tanyanya ramah

==TBC==

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar