Rabu, 18 Januari 2012

FF/ He is Immortal/Part(9)


Title: FF : Omona!! He is Immortal
Author: Maulida KimKeyong
Cast: Kim Kibum (Key SHINee), Park Eun Hee (You)
Other cast: Lee Jinki (Onew SHINee), Choi Minho (Minho SHINee), Han Yeon Hee (fiktif)
Type: Chapter!!
Genre: romance, mystery. nggak logis (?)
Rating: General 

==Part Sebelumnya== 

Selamat pagi pemirsa. Berjumpa lagi dalam program breaking news. Kali ini kami hadir dengan berita seputar pembunuhan. Pagi tadi ditemukan sosok mayat wanita di sebuah hotel di lantai 12, meninggal mengenaskan. Terdapat dua lubang di leher mayat wanita tersebut. Hingga kini polisi tidak bisa memastikan penyebab kematian wanita ini. Dugaan sementara adalah gigitan sebuah bitang buas…”.
Tangan Eun Hee bergetar heba,t wajah wanita itu adalah wajah yang ada di dalam mimpinya tadi malam.baju yang dikenakan, wajah dan tempat sama persis. Bagaimana bisa seperti ini?? Kenapa bisa kebetulan seperti ini??
======================
Eun Hee yang tadinya begitu kelaparan mendadak nafsu makannya hilang. Pikiraannya terus memikirkan hal-hal yang tidak mungkin. Apa benar ini hanya kebetulan?? Iya mungkin hanya kebetulan saja. Eun Hee perlahan melahap sarapannya walaupun sebenarnya dia tak nafsu memakan itu semua.
            “Eun Hee-ah, apa kau sakit? Tanya ayah Eun Hee penuh dengan kasih sayang.
            “Eoh, animida Appa. Nan gwenchana. Eomma, Appa aku berangkat dulu”. Eun Hee langsung pergi begitu saja dengan di hinggapi perasaan takut.
            “Yeobo, hari ini putrimu bersikap begitu aneh”. Ujar Ibu Eun Hee pada suaminya.
            “Ya, aku rasa begitu”. Ujar ayah Eun Hee singkat.
            Secara perlahan Eun Hee memantapkan langkahnya menuju halte dekat rumah. Hatinya berkecamuk. Eun Hee merasakan ketakutan yang amat hebat. Dia memandang semua orang di sekelilingnya dengan pandangan aneh bahkan otaknya pun mengatakan hal yang sebenarnya mustahil “Apakah orang-orang ini adalah Vampire” ya itu adalah kata yang muncul di otaknya. Eun Hee juga berpikir kenapa berita menyeramkan pagi ini sama persis dengan mimpinya tadi malam. Lalu kenapa ada Minho di mimpiny? Kenapa pula Minho menginginkannya?. Tidak mungkin, Tidak mungkin kan kalau aku seperti Bella yang hidupnya selalu berhubungan dengan bangsa Vampire dan manusia serigala. Batinnnya. Eun Hee begitu terkejut dan takut ketika seseorang menyentuh bahunya. Reflek Eun Hee memukulkan tasnya ke wajah orang itu. “Buuuukkkkk”
            “Eun Hee-ya kenapa kau memukulku?” Ucap Kibum polos.
            “Omo, mianhae aku tidak tahu. Aku pikir kau orang jahat. Sedang apa kau disini?”Tanyanya.
            “Apa kau lupa kalau aku akan mengntarmu kesekolah lagipula setiap pagi aku harus menjual daging seperti biasanya. Bukankah jarak pasar lumayan dekat dengan halte ini?”.

            Eun Hee manggut-manggut mengerti. Bis pun datang dengan penumpang yang tidak begitu banyak. Rata-rata adalah gadis remaja seumuran dengan Eun Hee maklum karena jam pagi merupakan jam dimana harus berangkat sekolah. Semua gadis itu memandang kea rah Kibum penuh arti. ada juga yang melmbaikan tangan padanya. Eun Hee merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini atau lebih tepatnya cemburu. Dia semakin Kesal karena Kibum menanggapi kegenitan para gadis itu.
            “Oppa, maukah kau berfoto denganku?”. Pinta salah satu gadis berambut panjang berperawakan agak gemuk.
Kibum langsung melihat kearah Eun Hee sekilas tapi kemudian dia mengalihkan kembali pandangannya dan mengiyakan ajakan mereka. Gadis-gadis antusias berebut foto dengan Key. Bak seorang Artis yang di kejar-kejar oleh fansnya. Eun Hee tak mau ambil pusing, dia hanya diam dan melihat pemandangan kota di luar Jendela.
“Oppa, bolehkah aku meminta nomer ponselmu dan alamat rumahmu?”.  Tanya Gadis berambut pendek berwajah manis. Kibum tak menjawab. Namun pertanyaan gadis itu membuat kuping Eun Hee panas. Dia sudah tidak bisa membendung rasa cemburunya.
“Apa maksud dari pertanyaanmu itu? Akan kau apakan nomor ponselnya?” Ujar Eun Hee ketus.
“Memangnya kau ini siapa? Kenapa kau marah-marah seperti itu?”. Tanya gadis itu tak kalah ketusnya. Emosi Eun Hee semakin menjadi-jadi.
“ Aigoo, Geu Yeoja Jinchaa!! Ya!! Aku adalah pacarnya. Ara?”.
“Pacar?? Mana mungkin. Aku akan percaya kalau kau juga adalah perempuan yang suka padanya seperti kami. Pria tampan seperti dia pasti akan punya pacar yang lebih cantik dibandingkan dengan darimu”. Ujarnya. Eun Hee benar-benar emosi mendengar perkataan gadis itu. Spontan dia berdiri.
“Ya!! Jaga bicaramu itu eohh, kau ini……”.
“Stop. Oke berhenti berkelahi” Ucap Kibum tiba-tiba menengahi mereka “Nona, maaf  sebelumnya gadis ini memang pacar saya”.
“Mwooo!!!” dia tercengang dan memandang tidak percaya kearah Eun Hee “ aku tidak percaya kenapa pria setampan dia memiliki pacar seorang gadis biasa seperti itu”, Gumamnya pelan sambil pergi. Perkataan ini di dengar oleh Eun Hee.  Ingin sekali Eun Hee menjambak rambutnya namun Kibum sigap mencegahnya.
“Sudahlahhh, jangan hiraukan dia. Yang terpenting kau adalah seorang gadis yang paling aku cintai di dunia ini hehe”. Rayu Kibum.
“Ahh, Jincayo??” Tanya Eun Hee tak percaya. Kibumpun mengangguk tanpa ragu. “Tapi benarkah aku tidak pantas untukmu Kibum? Apa aku kurang cantik buatmu?”. Lagi-lagi Kibum hanya tersenyum manis mendengar pertanyaan pacarnya. Dia mengambil sebuah kaca kecil di dalam tas Eun Hee lalu menyuruh Eun Hee melihat wajahnya sendiri.
“Kau itu cantik. Sangat cantik. Kalau ada seorang gadis yang mengatakan kau tidak cantik berarti dia itu tidak suka dengan kecantikanmu. dengan seperti ini saja kau sudah cantik dan….”. Kibum melepas ikatan rambut Eun Hee. Dan rambut panjangnya yang bergelombang tergeriai “Kau semakin cantik dengan rambut seperti. Aku suka melihat rambutmu tergerai seperti ini”.
Melihat senyuman Kibum, hati Eun Hee bergetar hebat. Dia sadar kalau semakin hari ia semakin mencintainya. Sangat mencintainya melebihi cintanya terhadap diri sendiri. Pria yang ada di depannya bagi Eun Hee sangatlah sempurna dan tak ada pria lain yang sesempurna dia. Eun Hee melihat Kibum mengambil esuatu di dalam tasnya.
“Sejak kau mengajaku nonton film tentang vampire yang berjudul Eclipse. Aku penasaran dan akhirnya aku membeli satu paket novel itu. Ceritanya bagus dan aku hampir selesai membaca novel beraking dawn ini hehehe”. Ucap Kibum.  
Bicara tentang eclipse dan  breaking dawn Eun Hee jadi teringat kembali dengan mimpinya tadi malam. Padahal dia sudah lupa karena senyum Kibum pagi ini. Wajah Eun Hee yang tadinya ceria berubah menjadi wajah yang tanpa ekspresi dan tampak sangat serius. Kibum tahu pasti perubahan ekspresi dari wajah kekasihnya.
“Kenapa? Apa yang kau pikirkan?”.
“Apa menurutmu dunia vampire itu benar-benar ada?”.  Tanya Eun Hee secara tiba-tiba. Hal ini membuat Kibum agak bingung menjawab bagaimana. dia berusaha menjawab yang terbaik.
“Ehm aku tidak tahu apakah vampire itu benar-benar ada. Mungkin beberatus tahun yang lalu mereka memang ada. Dan setahuku vampire itu terdiri dari beberapa clan. Tak ada seorangpun yang bisa membuktikan keberadaan makhluk mitos paling popular ini. Kenapa/kau tampak gelisah dan ketakutan Eun Hee-ya?”
“Tidak aku hanya mimpi buruk saja”.
“Mimpi buruk seperti apa?”.
“Apa kau tadi pagi tahu berita di televisi tentang seorang gadis yang meninggal di dalam hotel dengan dua lubang menganga di lehernya?”
Kibum mengangguk cepat karena diapun juga tahu akan hal ini. Dia yakin kalau luka itu bukan karena gigitan binatang buas. Tapi tepatnya adalah seorang vampire. Kibum sendiri tidak tahu kalau ternyata masih ada vampire yang hidup selain dirinya. Dia juga ingat dengan perkataan Jinki teman Eun Hee.
“Wajah, pakaian, tempat dan semuanya yang ada didalam berita itu sama persis dengan mimpiku. Aku tidak tahu apakah itu hanya kebetulan atau tidak. Di dalam mimpi itu sangatlah nyata. Entah mengapa aku berpikir itu sama sekali bukan kebetulan. Ini benar-benar aneh bukan”.
“Apa kau mau menceritakan mimpimu secara detail padaku?”.

“ Tentu. Di dalam mimpiku aku melihat gadis itu masuk kedalam kamar hotel. Dia menghampiri seorang pria yang umurnya sebaya dengan kita. Dia duduk di pangkuan pria itu, berciuman dan tiba-tiba pria itu menggigit leher gadis itu dengan kedua taringnya. Aku yakin dengan mimpiku. Dia adalah vampire”. Ucap Eun Hee ngeri.
“Apa wajah pria itu terlihat jelas dimimpimu?”.
“Jelas. Sangat jelas bahkan aku mengenal pria itu. Dia Minho teman sekelasku”. Kibum tersentak hebat namun dia berusaha agar bisa tetap menjaga ekspresinya yang biasa. Dia berpikir keras. Karena Eun Hee mempunyai suatu kekuatan dalam dirinya jadi Kibum menyimpulkan kalau orang yang bernama Minho itu adalah vampire bukan manusia. “Selain itu di dalam mimpiku ia mengatakan ingin mendapatkan seseorang yang bernama Alex. Namun dia juga ingin mendapatkanku. Aku tak tahu siapa itu Alex. Jagiya aku takut”.
“Eun Hee-ya tenanglah, kau akan baik-baik saja. itu hanya sekedar mimpi. Kau tahu kan kalau mimpi itu hanya bunga dari orang yang tertidur?” Eun Hee mengangguk pelan. “Jadi tolong jangan takut. Aku akan selalu ada disampingmu”.
Kibum pun tak mengerti kenapa Minho mencari dirinya. Apakah dia adalah sosok orang yang selalu merasuki pikirannya selama ini. Entahlah dia bingung. Yang terpenting sekarang adalah menjaga Eun Hee.
*********
Setelah menempuh perjalanan hampir sekitar sepuluh menit tibalah Kibum dan Eun Hee tiba di sekolah. Seperti biasa Kibum mengantarkan kekasihnya sampai di gerbang sekolah. Kibum khawatir pada Eun Hee. Ia takut orang yang bernama Minho akan melukainya. Eun Hee tersenyum bahagia pada pria yang sangat dicintainya.  
“Jagiya, Hati-hati. Jika kau dalam bahaya panggil namaku. Aku pasti akan segera datang. Aku tahu kau dan aku punya ikatan Batin yang sangat kuat. Jangan percaya pada orang yang ada disekitarmu khususnya orang yang baru kau kenal. Setelah pulang sekolah temui aku di toko daging milik ayahmu karena aku harus bekerja hari ini”.
“Ne, jangan khawatir aku akan waspada. Bye ..bye..”. Eun Hee perlahan berjalan masuk di dalam sekolahnya.
Sepeninggal Eun Hee senyum Kibum pudar. Wajahnya murung dan penuh rasa khawatir. Dia berbalik, tanpa di sadari tepat dihadapannya ada sosok Jinki yang menatapnya garang, acuh dan langung pergi begitu saja meninggalkan Kibum.
“Jinki-ssi, aku ingin berbicara padamu. Ini masalah Eun Hee dan vampire itu”. Ujar Kibum. Hal ini membuat Jinki menghentikan dan berbalik melihat Kibum. “Lebih baik kita bicarakan di tempat lain, disini terlalu ramai”.
Tanpa mengatakan sepatah katapun Jinki mengikuti kemana Kibum pergi. Kibum membawa Jinki pergi tak jauh dari sekolah Eun Hee. Di ebuah pertokoan yang udah lama ditinggal oleh pemiliknya. Semua ruangan penuh debu dan barangnyapun berantakan.
“Cepat, katakan apa yang ingin kau katakan. Aku tak punya banyak waktu”. Ucap Jinki ketus dan pandangan yang tak bersahabat.
“Eun Hee dalam bahaya besar. Kau tentu sudah lihat berita pagi tadi dan pastinya juga kau sudah tahu siapa vampire itu. Dia mencariku dan menginginkanku. Namun dia juga ingin mendapatkan Eun Hee. Aku tak tahu alasannya apa. Tolong jaga Eun Hee untukku Jinki-ssi” Ucap Kibum.
“Kau benar aku tahu siapa dia dan tentu aku akan menjaga Eun Hee. selama aku ada disampingnya dia akan aman dan vampire itu tak akan bisa menyentuhnya”.
“Aku benar-benar berterima kasih padamu”.
“Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”. Tanya Jinki dingin.
“Aku tidak tahu mungkin aku akan menemui vampire itu. Tapi aku maih tidak mengerti kenapa dia mencariku”.
“Dia sangatlah berbahaya. Dia pernah berkata padaku ingin kembali membangkitkan bangsa vampire pada era ini. Namun dia tidak bisa apa-apa tanpa pengikut setianya. Apakah mungkin itu Kau Alex?”. Kibum hanya bisa mengangguk Karena tidak tahu. “Aku harus pergi sekarang. Aku udah terlambat”.
“Eohh,,waspadalah Jinki-ssi”.    
********
Di dalam kelas Eun Hee duduk bersama sahabanya. Dia tidak sadar kalau sedari tadi Jinki mengawasinya. Eun hee lebih banyak diam daripada biasanya yang cerewet. Jinki juga melihat gerak-gerik Minho sedang asyik membaca dan sesekali ia melihat kearah Eun Hee. Minho tahu persis kalau Jinki dari tadi melihatnya. Dia hanya nyegir, tanpa ragu Jinki duduk tepat di sebelah Minho.
“Kau benar-benar hebat telah membuat Korea gempar pagi ini”. Sindir Jinki.
“Ini baru awal. Aku hanya ingin menunjukan pada manusia kalau bangsa kami ada”.
“Aku peringatkan kau, Jangan sekalipun kau menyentuh Eun Hee mengerti. Aku tahu kau mengincarnya untuk mendapatkan orang pemilik gelang itu. Ingat masih ada aku disini, disamping Eun Hee. Selama ada aku kau tidak akan menyentuhnya”.
“Tenang, belum saatnya aku bertindak”. Ucap Minho ketus. ‘Minho menghirup udara segar pagi hari secara tiba-tiba “Harum sekali. Bau darah Eun Hee seperti heroin buatku. Jika aku bisa meminum darahnya. Aku akan bertambah kuat”.
“Aku peringatkan sekali lagi padamu. Jangan sentuh dia”. Desis Jinki.
Mereka berdua saling  bertatapan dengan tatapan garang. Kornea mata Minho berubah menjadi merah menyala. Kedatangan guru  membuat suasana gaduh dikelas menjadi tenang. Jinkipun kembali ke bangku asalnya. Eun Hee memperhatikan guru yang mulai menerangkan pelajaran. Tiba-tiba Eun Hee merasakan tubuhnya panas terlebih pergelangan tangan kanannya. Selain panas ia juga merasakan gatal yang luar biasa. Diapun menggaruknya, tiba-tiba munculah titik-titik hitam ditanganya yang kemudia menyatu satu dan titik lainnya membentuk sebuah pedang yang dililit oleh setangkai bunga mawar. Ini sulit di percaya kenapa muncul sebuah tato symbol ditanganya.
“Ige mwoya?? Tidak mungkin, kenapa tanda seperti ini di tanganku??”.


==TBC==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar